Bupati Magelang Arahkan ASN Salat Idulfitri di Kampung Halaman
Para ASN muslim disilakan mengikuti salat Idulfitri di kampung halaman masing-masing.
Viral video petugas ber-APD jatuh ke liang lahat. /Ist-tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah video prosesi pemakaman viral di media sosial TikTok. Penyebabnya, prosesi pemakaman yang menggunakan protokol kesehatan Covid-19 itu mengalami insiden petugas terperosok ke liang lahat.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @Hpita Nraeni pada Sabtu (7/8/2021). Dalam video tersebut tampak proses detik-detik petugas berpakaian alat perlindung diri (APD) memasukkan peti jenazah ke lubang makam.
Mereka menggunakan tali yang dipegang oleh empat petugas di tepi makam. Para petugas yang berjumlah empat orang itu mengulurkan tali perlahan-lahan sehingga peti jenazah turun ke liang lahat.
Baca juga: Viral Atraksi Berbahaya Penjual Tahu Bulat di Jogja, Melaju Sambil Ngaduk Gorengan
Tak disangka, salah satu petugas yang berdiri di tepi makam terperosok. Penyebabnya, tanah yang dipijaknya longsor ke lubang. Akibatnya, petugas itu terjatuh ke lubang makam berikut dengan peti jenazahnya. Peti itu pun terjatuh ke liang dengan posisi miring.
Spontan terdengar banyak orang berteriak, termasuk orang yang merekam video tersebut. Si perekam bahkan berteriak sambil menangis. Selanjutnya, ia mempertanyakan terjadinya insiden tersebut. "Gimana sih?" teriaknya, yang terdengar dari video tersebut.
Video itu pun menjadi viral dan ditonton 2,2 juta kali dalam dua hari, disukai 155.500 ribu kali, dikomentari 7566 kali dan dibagikan ulang 2179 kali.
Baca juga: Viral SPBU Monjali Mau Dijual Rp45 Miliar, Warganet Ada yang Mulai Nyicil
Salah satu komentar muncul yakni mempertanyakan teriakan pengambil video. "EH MBAK MALAH TRIAK "GIMANA SIH" parah banget lu yaaaa ga liat itu tanahnya jatoooh. PETUGASNYA KASIAN ITU MALAH JATOH! Kesel banget dengarnya!" tulis akun Rany Liandari Seto.
Menanggapi komentar tersebut, pengunggah video pun memberikan klarifikasi.
"Aku nggak nyalahin petugasnya, aku pun udah minta maaf, sehabis selesai penguburan itu aku minta maaf sama petugasnya karena aku tu emang reflek ngomong kayak gitu. Coba aja kalian di posisi aku, gitu, sudah meningga, jatuh pula. gimana? Emang bukan salahnya petugas, itu pun tanahnya memang longsor, kita itu reflek saja ngomong kayak gitu.," katanya.
Ia pun kembali meminta maaf pada warganet. "Aku minta maaf kalau memang aku punya salah, salah ngomong," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Para ASN muslim disilakan mengikuti salat Idulfitri di kampung halaman masing-masing.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.