Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Ilustrasi lansia mengalami sesak napas saat isolasi mandiri (isoman)/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA–Pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan diperbolehkan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menekankan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isoman di rumah masing-masing.
“Jika memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri, pastikan Anda adalah pasien tanpa gejala atau gejala ringan, berusia kurang dari 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dan memiliki tempat yang memadai,” kata Wiku dalam konferensi pers daring seperti dikutip, Jumat (30/7/2021).
Pasalnya, ada beberapa tanda yang harus diwaspadai bagi pasien Covid-19 yang melakukan isoman untuk segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurut keterangan Twitter resmi Indonesia Baik (@IndonesiaBaik) pada Jumat (30/7/2021), berikut 5 tanda pasien Covid-19 yang sedang isoman harus segera dibawa ke rumah sakit:
1. Sesak Napas
Jika pasien Covid-19 isoman mengalami napas yang pendek dan terasa sulit untuk bernapas, maka ini merupakan tanda harus segera menghubungi fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan.
2. Saturasi Oksigen
Apabila pasien memiliki saturasi oksigen di bawah 93 persen, maka harus segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Hal ini dikarenakan batas aman saturasi oksigen dalam tubuh adalah 95 persen.
3. Kondisi Memburuk
Pasien Covid-19 isoman mengalami kondisi yang memburuk, seperti terus-menerus mengalami demam tinggi di atas 37,8 derajat Celcius dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik meskipun sudah diberi obat. Pasien harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat.
4. Wajah dan Bibir Biru
Tanda berikutnya bagi pasien Covid-19 yang isoman harus segera ke rumah sakit ketika wajah dan bibir berubah membiru. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasien mengalami gejala hipoksia atau kekurangan oksigen.
5. Hilang Kesadaran
Salah satu tanda perburukan lain adalah hilangnya kesadaran pasien Covid-19. Hilangnya kesadaran bisa terjadi karena kurnagsi asupan nutrisi pada pasien selama melakukan isoman di rumah. Oleh sebab itu, pasien harus segera mendapat penanganan di rumah sakit.
Hai SohIB! Sedang #Isoman? Waspadai gejala-gejala berikut ya. Segeralah ke RS untuk mendapatkan perawatan medis.#IndonesiaBaik #YangMudaSukaData #EdukasiInformasi #Infografis #IsolasiMandiri #IndonesiaBangkit #SemuaWajibPakaiMasker #COVID19 #KominfoNewsroom @KemenkesRI pic.twitter.com/VoeWBE3U7E
— Indonesia Baik (@IndonesiaBaikId) July 28, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.