Target Pendanaan Iklim 45 Persen Dihapus, Transisi Hijau Terancam
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko \"Oxygen Rescue\" di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit ibu kota, Minggu (4/7)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Kebijakan pembebasan bea masuk untuk oksigen dan tabung oksigen, dinilai bisa mendorong penurunan harga produk tersebut. Namun demikian, pemerintah tetap perlu melakukan pengawasan demi menjamin konsumen mendapat harga yang sesuai.
“Pembebasan bea masuk dalam situasi darurat dibenarkan karena adanya kenaikan permintaan. Yang paling penting adalah pengawasan di hilir sehingga harga yang dibayarkan masyarakat tidak dipermainkan,” kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Minggu (18/7/2021).
Bhima juga menilai penetapan harga eceran tertinggi diperlukan sebagai acuan yang jelas. HET juga bisa menjadi instrumen yang membantu pengawasan barang beredar. Dengan demikian, penjual yang memasarkan produk di atas HET bisa dijerat dengan sanksi yang ditetapkan.
BACA JUGA : Agen Oksigen Berhenti Memasok Konsumen, Ini Alasannya
Dia mengatakan relaksasi impor bisa memberi jaminan tambahan pasokan, sembari menyiapkan industri di dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi untuk produk yang sudah dihasilkan tetapi belum optimal.
“Kenaikan permintaan oksigen akan direspons dengan produksi domestik yang lebih tinggi. Jika akhirnya pasokan oksigen melimpah, produsen dalam negeri juga memiliki peluang tambahan ekspor ke negara yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio menilai kebijakan pembebasan bea masuk barang-barang kritikal penanganan Covid-19 merupakan langkah yang tepat di tengah lonjakan permintaan. Meski demikian, dia juga mengatakan bahwa penetapan HET bisa berdampak positif dan negatif.
“Positifnya kita punya batas harga tertinggi, tetapi kita tidak tahu apakah harga bisa ditekan lagi. Pada akhirnya pemerintah bermain di margin keuntungan wajar yang bisa diperoleh penjual,” kata Andry.
BACA JUGA : Indonesia Impor Ribuan Generator Oksigen dari China
Efektivitas relaksasi impor terhadap pergerakan harga di dalam negeri, kata Andry, akan sangat tergantung pada seberapa banyak oksigen dan tabung oksigen dapat dipasok dari luar negeri dan seperti apa perkembangan permintaan di dalam negeri.
Menurutnya, kapasitas produsen dalam negeri untuk memproduksi oksigen medis tetap perlu didorong untuk mengoptimalisasi pasokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.