Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) mengecek fasilitas kamar karantina di STIE Bank Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/6/2021). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, SEMARANG—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menengok fasilitas kamar karantina di STIE Bank Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/6/2021).
Rencananya, kamar karantina yang belum terpakai itu akan jadi tempat isolasi untuk pasien COVID-19 dari Kudus dan sekitarnya.
Sembari gowes, Ganjar berkeliling ke sudut-sudut Kota Semarang. Setiap menemukan kerumunan, Ganjar menyempatkan berhenti untuk sekadar mengingatkan para warga yang tak menggunakan masker.
“Ayo ibu maskernya dipakai,” ujar Ganjar mengagetkan warga kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Selasa.
Ganjar terus mengayuh sepedanya menyusuri gang-gang sempit dan menemukan banyak warga yang tak menggunakan masker saat berkumpul. Di wilayah Semarang Timur tersebut, Ganjar menemukan banyak kerumunan yang tak disiplin protokol kesehatan.
“Ibuke nganggo masker ora? Lha ya dipakai, ditutupke [mulut dan hidungnya]. Ibuke kok pakai masker kenapa?” tanya Ganjar menghampiri kerumunan ibu-ibu yang sedang berbelanja.
Dengan santai, Ganjar berdialog dengan ibu-ibu tersebut tentang pentingnya menggunakan masker. Ganjar bahkan mengapresiasi mereka yang menggunakan masker. Salah satunya bernama Barokah.
“Alhamdulillah bisa ketemu pak Ganjar senang banget. Pesennya ya harus pakai masker, jaga protokol kesehatan, jaga jarak,” ujarnya.
“Biasanya yo pakai, mau ndilalah ketemu pak Ganjar nggak pakai,” ujar ibu-ibu lainnya yang sempat ditegur Ganjar.
Dari situ, Ganjar kemudian bergerak menuju ke gedung STIE Bank Jateng. Di sana, Ganjar mengecek kamar karantina yang disiapkan sejak tahun lalu untuk isolasi namun belum sempat dipakai.
“Ini ruang yang kita siapkan dulu pada saat tahun lalu covidnya muncul, belum pernah dipakai tempatnya bagus, kemarin saya minta ini untuk dibuka lagi, udah dibersihkan,” kata Ganjar.
Di situ, Ganjar menengok satu persatu bilik dan tempat tidur isolasi. Serta fasilitas seperti perlengkapan APD hingga MCK. Ganjar menerangkan, lokasi tersebut sudah siap digunakan untuk jadi tempat isolasi terpusat.
“Jadi nanti kalau dari Kudus Demak sekitar Semarang membutuhkan, (tempat) ini sudah siap. Bagus sekali tempatnya, AC-nya juga hidup. Di sini malah ada bednya bagus,” ujarnya.
Setidaknya ada 19 bed isolasi yang siap digunakan di STIE Bank Jateng. Tempat tersebut, tahun lalu disiapkan oleh Pemprov Jateng untuk isolasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang pulang dari Malaysia.
Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di sejumlah daerah Jateng mulai mengakibatkan Bed Ocupancy Ratio di daerah-daerah tersebut mulai penuh. Ganjar pun meminta daerah lainnya untuk gotong royong membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.