Relokasi Pabrik Otomotif ke Vietnam, 5.000 Buruh Khawatir PHK
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Vaksin Astrazeneca dan Sinovac telah disuntik ke masyarakat untuk menuntaskan pandemi virus corona/Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Jenis vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19 kian beragam. Indonesia juga telah mendatangkan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.
Vaksin AstraZeneca menjadi populer lantaran efek samping pembekuan darah yang menghantui masyarakat. Sedangkan vaksin Sinovac merupakan vaksin yang pertama kali datang ke Indonesia, dengan efek samping yang tidak serius.
Kedua jenis vaksin virus corona ini diberikan oleh pemerintah dalam program vaksin gratis. Lalu, di antara AstraZeneca dan Sinovac manakah yang lebih unggul?
Asal Usul
Merangkum dari The New York Times, vaksin AstraZeneca merupakan hasil pengembangan dari Universitas Oxford dengan perusahan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Vaksin ini dikenal juga sebagai ChAdOx1 nCoV-19 atau AZD1222.
Sementara, Vaksin CoronaVac atau lebih akrab disebut Sinovac merupakan vaksin hasil pengembanagan perusahaan swasta asal China yakni Sinovac.
Jenis Vaksin
Vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama menggunakan cara yang terbilang tradisional dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna.
Dimana partikel virus atau materi genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda. Dengan begitu sistem tubuh Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang pertahanan diri.
Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh Anda untuk menciptakan respons imun. Adenovirus simpanse merupakan virus yang efisien dalam membantu peningkatan respon imun.
Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19.
Efektivitas
Mengutip dari MedicalNewsToday, berdasarkan hasil data uji coba fase 3, vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 76 persen setelah kedua dosis diberikan.
Untuk tingkat efektivitas vaksin Sinovac, dari hasil uji klinis di Brasil tercatat efikasinya mencapai 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen.
Meski begitu perbedaan efikasi tidak bisa sama pada setiap negara karena dari populasi, kondisi, dan beberapa indikator lain di tiap negara berbeda-beda.
Efek Samping
Efek samping pada masing-masing umumnya serupa, seperti nyeri ditempat suntikan. Merangkum dari Healthline, efek vaksin Sinovac menimbulkan nyeri, kelelahan diare, dan kelemahan otot.
Sedangkan efek samping vaksin AstraZeneca lebih menarik perhatian lantaran beberapa kasus ditemukan efek pembekuan darah. Tetapi efek samping vaksin AstraZeneca secara umum berupa nyeri, kelelahan, sakit kepala, hingga demam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Liburan sekolah tak harus mahal. Simak berbagai ide liburan hemat yang tetap seru, edukatif, dan mempererat kedekatan orang tua dengan anak.
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Sebagai perusahaan BUMN yang berkelanjutan, PT Pegadaian terus memperluas cakupan program kemitraan dan bina lingkungan yang menyentuh masyarakat.
Dispar Kota Jogja mempercepat sertifikasi halal sektor wisata dan kuliner untuk menyambut pemberlakuan wajib halal Oktober 2026.
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.