OJK Catat Pembiayaan Investasi Multifinance Rp167,89 Triliun
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Vaksin Astrazeneca dan Sinovac telah disuntik ke masyarakat untuk menuntaskan pandemi virus corona/Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Jenis vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19 kian beragam. Indonesia juga telah mendatangkan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.
Vaksin AstraZeneca menjadi populer lantaran efek samping pembekuan darah yang menghantui masyarakat. Sedangkan vaksin Sinovac merupakan vaksin yang pertama kali datang ke Indonesia, dengan efek samping yang tidak serius.
Kedua jenis vaksin virus corona ini diberikan oleh pemerintah dalam program vaksin gratis. Lalu, di antara AstraZeneca dan Sinovac manakah yang lebih unggul?
Asal Usul
Merangkum dari The New York Times, vaksin AstraZeneca merupakan hasil pengembangan dari Universitas Oxford dengan perusahan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Vaksin ini dikenal juga sebagai ChAdOx1 nCoV-19 atau AZD1222.
Sementara, Vaksin CoronaVac atau lebih akrab disebut Sinovac merupakan vaksin hasil pengembanagan perusahaan swasta asal China yakni Sinovac.
Jenis Vaksin
Vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama menggunakan cara yang terbilang tradisional dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna.
Dimana partikel virus atau materi genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda. Dengan begitu sistem tubuh Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang pertahanan diri.
Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh Anda untuk menciptakan respons imun. Adenovirus simpanse merupakan virus yang efisien dalam membantu peningkatan respon imun.
Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19.
Efektivitas
Mengutip dari MedicalNewsToday, berdasarkan hasil data uji coba fase 3, vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 76 persen setelah kedua dosis diberikan.
Untuk tingkat efektivitas vaksin Sinovac, dari hasil uji klinis di Brasil tercatat efikasinya mencapai 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen.
Meski begitu perbedaan efikasi tidak bisa sama pada setiap negara karena dari populasi, kondisi, dan beberapa indikator lain di tiap negara berbeda-beda.
Efek Samping
Efek samping pada masing-masing umumnya serupa, seperti nyeri ditempat suntikan. Merangkum dari Healthline, efek vaksin Sinovac menimbulkan nyeri, kelelahan diare, dan kelemahan otot.
Sedangkan efek samping vaksin AstraZeneca lebih menarik perhatian lantaran beberapa kasus ditemukan efek pembekuan darah. Tetapi efek samping vaksin AstraZeneca secara umum berupa nyeri, kelelahan, sakit kepala, hingga demam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.
Bareskrim membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal oleh dua WN India di Sunter. Polisi menemukan 2,5 kg emas dan residu 18 kg.
Taiwan membidik wisatawan Indonesia dengan wisata ramah Muslim, kuliner, budaya, hingga destinasi lokal untuk libur akhir tahun dan Tahun Baru.