Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Vaksin Astrazeneca dan Sinovac telah disuntik ke masyarakat untuk menuntaskan pandemi virus corona/Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Jenis vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19 kian beragam. Indonesia juga telah mendatangkan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.
Vaksin AstraZeneca menjadi populer lantaran efek samping pembekuan darah yang menghantui masyarakat. Sedangkan vaksin Sinovac merupakan vaksin yang pertama kali datang ke Indonesia, dengan efek samping yang tidak serius.
Kedua jenis vaksin virus corona ini diberikan oleh pemerintah dalam program vaksin gratis. Lalu, di antara AstraZeneca dan Sinovac manakah yang lebih unggul?
Asal Usul
Merangkum dari The New York Times, vaksin AstraZeneca merupakan hasil pengembangan dari Universitas Oxford dengan perusahan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Vaksin ini dikenal juga sebagai ChAdOx1 nCoV-19 atau AZD1222.
Sementara, Vaksin CoronaVac atau lebih akrab disebut Sinovac merupakan vaksin hasil pengembanagan perusahaan swasta asal China yakni Sinovac.
Jenis Vaksin
Vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama menggunakan cara yang terbilang tradisional dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna.
Dimana partikel virus atau materi genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda. Dengan begitu sistem tubuh Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang pertahanan diri.
Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh Anda untuk menciptakan respons imun. Adenovirus simpanse merupakan virus yang efisien dalam membantu peningkatan respon imun.
Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19.
Efektivitas
Mengutip dari MedicalNewsToday, berdasarkan hasil data uji coba fase 3, vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 76 persen setelah kedua dosis diberikan.
Untuk tingkat efektivitas vaksin Sinovac, dari hasil uji klinis di Brasil tercatat efikasinya mencapai 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen.
Meski begitu perbedaan efikasi tidak bisa sama pada setiap negara karena dari populasi, kondisi, dan beberapa indikator lain di tiap negara berbeda-beda.
Efek Samping
Efek samping pada masing-masing umumnya serupa, seperti nyeri ditempat suntikan. Merangkum dari Healthline, efek vaksin Sinovac menimbulkan nyeri, kelelahan diare, dan kelemahan otot.
Sedangkan efek samping vaksin AstraZeneca lebih menarik perhatian lantaran beberapa kasus ditemukan efek pembekuan darah. Tetapi efek samping vaksin AstraZeneca secara umum berupa nyeri, kelelahan, sakit kepala, hingga demam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.