Wellnesia Hadir Sebagai Ruang Harmoni Diri, Sesama, Budaya, dan Alam Jogja
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Ilustrasi Cek Gula Darah/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka penderita bisa mengalami berbagai komplikasi.
Dalam menanganinya, perlu diketahui lebih dulu jenis dan penyebab diabetes melitus yang dialami. Agar lebih tahu, yuk simak ulasan mengenai tipe diabetes melitus berikut ini.
Jenis Penyakit Diabetes Melitus
Insulin adalah hormon yang berperan dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Seperti dilansir harapanrakyat.com, apabila tubuh kurang atau sama sekali tidak bisa menghasilkan hormon tersebut, maka bisa menimbulkan penyakit autoimun yang disebut dengan diabetes tipe 1. Biasanya, penyakit satu ini banyak didapati pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa tetapi yang masih muda.
Penyakit diabetes tipe 1 hadir akibat dari kesalahan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen, malah berbalik menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Kejadian tersebut dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu karena genetik dan paparan virus di lingkungan. Maka dari itu, biasanya orang yang memiliki keluarga dengan riwayat diabetes akan cenderung memperoleh resiko lebih tinggi untuk terserang penyakit tersebut.
Jenis penyakit satu ini cenderung menyerang orang dewasa dan lansia. Hal tersebut dikarenakan, biasanya orang dengan golongan umur tersebut memiliki gaya hidup yang kurang sehat , misalnya kelebihan berat badan dan kurang gerak. Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan tipe diabetes melitus ini juga bisa menyerang siapa saja pada semua kalangan umur.
Kebiasaan hidup yang tidak sehat dapat mengakibatkan resistensi insulin, dimana peristiwa ini terjadi karena sel tubuh kebal atau kurang sensitif untuk merespon hormon insulin. Sehingga, glukosa tidak bisa diproses menjadi energi dan terjadi penumpukan gula dalam darah. Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan mengatur pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik serta konsumsi obat yang telah diresepkan dokter.
Penyakit diabetes ini dapat terjadi ketika suplai insulin ke dalam otak kurang terpenuhi, sehingga dapat menyebabkan penurunan kerja dan regenerasi sel otak. Apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka tipe diabetes melitus ini akan memicu terjadinya penyakit Alzheimer. Dimana, gangguan neurodegeneratif tersebut terjadi karena berkurangnya jumlah sel otak sehat, sehingga mengakibatkan penurunan daya ingat.
Kejadian Alzheimer pada penderita diabetes selain disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi juga dikarenakan resistensi hormon insulin. Ketika kekurangan insulin maka asupan gula ke dalam otak juga akan berkurang, sehingga menyebabkan penyaluran glukosa menuju otak pun tidak menyeluruh. Peristiwa tersebutlah yang akan memicu kerusakan dan kematian sel otak, yang mengundang Alzheimer pada penderita diabetes tipe ini.
Jenis penyakit diabetes satu ini biasanya menyerang selama proses kehamilan, meskipun ibu yang mengandung tersebut tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Tipe diabetes melitus ini dapat terjadi karena pada saat mengandung, plasenta ibu hamil akan menghasilkan hormone khusus. Dimana, hormone tersebutlah yang menghambat kerja insulin, sehingga mengakibatkan kadar gula darah tidak stabil selama masa kehamilan.
Meskipun penyakit diabetes gestasional dapat sembuh selepas melahirkan, tetap penting bagi ibu hamil yang menderita diabetes tipe ini untuk tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil.
Terdapat beberapa jenis dari penyakit diabetes melitus, dimana masing-masing tipe memiliki gejala dan cara penanganan yang berbeda pula. Apalagi setiap keberhasilan pengobatan juga tergantung dari respon tubuh serta gaya hidup penderita sendiri. Oleh sebab itu, penting bagi pengidap penyakit ini untuk menjaga pola makan, olahraga, dan lainnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.