Harga Elektronik Naik, Polytron dan Sharp Atur Ulang Produksi
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Ilustrasi vaksin Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan berencana memulai vaksinasi pada Januari 2021. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini, apakah vaksin yang akan digunakan nantinya aman atau tidak?
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan untuk mengetahui vaksin Covid-19 aman dan efektif, ada sejumlah hal yang bisa disimak masyarakat.
Pertama tahap uji klinis. Kata Tjandra, vaksin yang aman dan efektif harus melalui semua tahapan uji klinis. Namun tak henti di situ, keamanan dan efektifitas vaksin selanjutnya harus diuji kembali Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BPOM akan menilai apakah tahapan ujin klinis yang dilalui sudah benar, tepat, dan apakah berjalan baik. Kemudian jika sudah dinyatakan memenuhi persyaratan, BPOM nantinya akan keluarkan surat izin tetap atau sementara misal dalam situasi pandemi.
"Sesudah ada surat izin dari BPOM, keamanan dan efektifitas sudah dinilai oleh badan itu. Sehingga vaksin yang lolos uji BPOM aman dan efektif diberikan ke manusia," ujarnya dalam diskusi singkat di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Rabu (30/12/2020).
Sementara itu, Tjandra menjelaskan bahwa vaksin bersifat mencegah bukan mengobati. Spike virus yang dipilih untuk membuat vaksin akan merangsang pembentukan antibodi yang siap melawan virus.
"Vaksin bertugas mencegah supaya orang tidak menjadi sakit tertular Covid-19," tegasnya.
Tjandra menambahkan sambil menunggu vaksinasi, ada baiknya masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Tidak hanya memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak, masyarakat juga harus menjaga etika batuk, memberi salam dengan benar, olahraga yang teratur, makan makanan bergizi, dan menjalani pola hidup bersih dan sehat. "Kita bisa proeteksi diri sendiri sebelum vaksin," tukas Tjandra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.