Untuk Capai Herd Immunity, Indonesia Perlu 320 Juta Dosis Vaksin

Mutiara Nabila
Mutiara Nabila Senin, 19 Oktober 2020 16:47 WIB
Untuk Capai Herd Immunity, Indonesia Perlu 320 Juta Dosis Vaksin

Ilustrasi botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September./Bloomberg

Harianjogja.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Achmad Yurianto menyebut Indonesia butuh 320 Juta dosis vaksin untuk mencapai kekebalan masyarakat atau herd immunity.

“Kalau ingin bisa herd immunity, maka tidak harus 100 persen [disuntik vaksin]. Cukup di kisaran 70 persen. Dari dasar ini yang kita pakai, maka sekitar 160 juta orang. Apabila kemudian menggunakan platform Sinovac yang harus dua kali suntik, artinya 2x160 juta dalah 320 juta,” kata Yuri dalam konferensi pers, Senin (19/10/2020).

Hingga Desember 2020, Yuri menyebutkan dipastikan bakal dapat setidaknya 9,1 juta dosis vaksin dari Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

Perinciannya, adalah dari Sinovac sebanyak 2 kali pengiriman pada awal November sebanyak 1,5 juta dosis vaksin. Kemudian di Desember 1,5 juta vaksin. Jumlah ini bisa diberikan ke 1,5 juta orang dengan dua kali penyuntikan.

Kemudian, kedua dari Sinopharm berkomitmen pada Desember akan mengirimkan 15 juta dosis, sehingga jika disuntikkan dua kali bisa digunakan oleh 7,5 juta orang.

Ketiga, dari Cansino menyanggupi untuk mengirim 100.000 dosis vaksin dengan satu kali penyuntikan.

Seluruh vaksin yang bisa tersedia tahun ini, kata Yuri, akan diberikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan dan juga pegawai pelayanan publik seperti ASN, TNI, Polri yang terjun langsung berhadapan dengan masyarakat melakukan operasi yustisi.

Adapun, untuk 9,1 juta vaksin ini akan didanai oleh pemerintah melalui APBN.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online