Airlangga Targetkan Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Ilustrasi/JIBI-bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah asteroid yang sangat cepat sedang melewati tata surya kita. NASA menyebut bahwa asteroid tersebut mendekati Bumi akhir pekan ini.
Satu lunar distance atau jarak bulan adalah jarak antara planet kita dan Bulan. Asteroid itu akan melewati dengan aman di Bumi, sebelum menuju orbit planet yang lebih dekat dengan Matahari seperti Planet Merkurius dan Planet Venus dan akhirnya sebelum terbang kembali ke belakang melewati Bumi dan kemudian Mars.
Pengamat mengungkapkan bahwa asteroid itu bergerak dengan kecepatan mengejutkan yaitu 11,1 kilometer per detik. Ini berarti hampir 40.000 kilometer per jam, yang berarti ia bisa mengelilingi Bumi dalam waktu hampir tepat satu jam.
Namun, ukuran batu luar angkasa hanya 11 meter yang berarti tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Jika ia berada di jalur tabrakan dengan planet kita yang dimana hal tersebut merupakan kejadian langka, ia hanya akan terbakar di atmosfer, dan muncul sebagai bola api atau bintang jatuh.
Meskipun demikian, pendekatannya yang dekat dengan planet kita berarti NASA telah menetapkan TK3 2020 sebagai objek dekat Bumi atau Near Earth Object (NEO).
"NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Kepentingan ilmiah tentang komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagai sisa-sisa puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu," jelas NASA dilansir dari Express.
Planet luar raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) terbentuk dari aglomerasi milyaran komet dan sisa potongan dan potongan dari proses pembentukan ini adalah komet yang kita lihat sekarang. Demikian pula, asteroid hari ini adalah potongan-potongan sisa dari aglomerasi awal planet dalam yang mencakup Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
"Sisa dari proses pembentukan tata surya, komet dan asteroid menawarkan petunjuk tentang campuran kimia yang membentuk planet sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Jika kita ingin mengetahui komposisi campuran purba dari mana planet-planet terbentuk, maka kita harus menentukan unsur kimiawi dari sisa-sisa puing dari proses pembentukan ini yaitu dari komet dan asteroid," Ujar NASA seperti yang dikutip dari express.co.uk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 13 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.