Masa Berlaku SIM Habis? Segera Perpanjang Hari Ini 29 September di MPP Manding Bantul
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Mensos Juliari P. Batubara saat menyaksikan simulasi dalam penetapan Kawasan Siaga Bencana di Kulonprogo, Rabu (19/8/2020). /Ist-Kemensos.
Harianjogja.com, JOGJA-- Kementerian Sosial menetapkan Kawasan Siaga Bencana (KwSB) untuk meminimalisasi adanya dampak ketika terjadi bencana. Salah satu alasan penunjukan suatu kawasan itu adalah berada di jalur megathrust atau gempa berkekuatan tinggi sesuai rekomendasi dari BMKG.
Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan pada tahap awal, KwSB dikembangkan di tujuh kecamatan yang ada di Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah serta Pangandaran, Jawa Barat. Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Sidamulih, Kesugihan, Adipala, Ayah dan Buayan. Pada sejumlah desa di kecamatan tersebut berisiko tinggi akan karena berada di jalur megathrust atau gempa bumi dengan kekuatan tinggi.
Baca juga: Salut, Pemuda Ini Ubah Nasib Warga Dusunnya lewat Inovasi Kebun Anggur
"Pada tujuh kecamatan tersebut terdapat desa-desa, berdasarkan hasil pemetaan BMKG, yang memiliki risiko tinggi dan berada pada jalur Megathrust. Sebagian desanya ada yang memiliki risiko rendah terhadap bencana, namun diharapkan dapat menjadi daerah penyangga ketika terjadi bencana," kata Mensos dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (20/8/2020).
Mantan anggota DPR ini menambahkan pengembangan kampung siaga bencana menjadi kawasan siaga bencana menjadi sangat penting. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi bahaya tanah longsor, banjir bahkan kemungkinan terjadinya Megathrust karena tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang dapat memicu tsunami.
Baca juga: Penumpang Meningkat Saat Ada Libur Panjang, Operasional KA Jarak Jauh Ditambah 49%
"Kami akan terus kembangkan kampung siaga bencana menjadi kawasan siaga bencana untuk daerah yang ancaman bencananya besar," ujarnya.
Sebelumi dicanangkan suatu kawasan, Juliari memastikan koordinasi lebih dahulu dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan komunikasi. Sehingga penanganan program suatu kawasan bisa terpadu dari pusat hingga ke daerah. Dalam suatu KwSB masyarakat diberikan edukasi dan simulasi untuk mengantisipasi bencana dengan tujuan agar warga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. "Jadi warga kawasan siaga bencana sudah benar-benar siap," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.