Sudaryono Minta Pemda Sidak SPPG saat Dini Hari, Cek Kebersihan hingga SOP
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Presiden Jokowi ketika menggelar Ratas Laporan Gugus Tugas Covid-19, 30 Maret 2020./ Ist-YouTube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA - Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya pada sidang kabinet 18 Juni 2020 lalu merupakan bentuk ketegasan seorang pemimpin. Hal tersebut disampaikan tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian.
Jokowi menginginkan agar para kabinetnya untuk meningkatkan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19.
"Justru sebaliknya ini menunjukkan ketegasan presiden, presiden melihat bahwa kinerja kabinetnya masih perlu ditingkatkan lagi," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/7/2020).
Pernyataan Donny menjawab pernyataan Director Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto yang menyebut kemarahan Jokowi di depan menterinya menunjukkan kekuasaan politiknya yang semakin melemah.
Menurut Donny, kemarahan Jokowi bentuk ketegasan Jokowi sebagai pemimpin yang tegas dan memiliki keberanian di saat krisis akibat pandemi Covid-19.
"Justru disitu lah kelihatan bahwa kepempinan dalam memimpin negara di saat krisis terlihat nyata ketegasan beliau kepemimpinan ketegasan, keberanian, itu kelihatan disitu justru," ucap Donny.
Ia menegaskan justru kemarahan Jokowi memperlihatkan bahwa Jokowi memberi peringatan keras kepada para menterinya untuk bekerja lebih keras menangani Covid-19.
"Jadi nilai-nilai kepemiminan beliau kelihatan ketika beliau memperingatkan kabinetnya untuk bekerja lebih keras," katanya.
Sebelumnya, Director Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto menilai aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah di depan menterinya menunjukkan kekuasaan politiknya yang semakin melemah. Padahal, Jokowi masih bisa menunjukkan kekuatannya tanpa harus memperlihatkan emosinya secara terbuka.
Wijayanto mengungkapkan, aksi marah-marah Jokowi tidak mewakili prinsip Jawa yang mengedepankan kehalusan rasa. Menurut kutipan para ahli, semakin kuat seorang manusia Jawa, maka dia akan semakin halus dalam mengolah rasanya.
"Dia akan semakin damai dalam batinnya, yang akan terpencar dalam perilaku lair-nya," ungkap Wijayanto saat memaparkan dalam sebuah diskusi yang disiarkan langsung melalui YouTube LP3ES Jakarta, Senin (6/7/2020).
Sebagai pemimpin yang berasal dari Jawa, Wijayanto menilai seharusnya Jokowi tidak perlu memperlihatkan kekesalannya terhadap menteri yang membuatnya kecewa. Bersikap tenang dan langsung kepada keputusannya menurut ia lebih menunjukkan kekuatan Jokowi sebagai pemimpin.
"Dia (bisa) cukup tersenyum kepada menterinya yang dia nilai enggak bagus kinerjanya lalu dengan baik-baik mengatakan, maaf, anda kinerjanya buruk jadi saya reshuffle misanya atau bahkan tidak perlu mengatakan itu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.