Laporan Dugaan Pelanggaran Hakim ke KY Naik pada Semester I 2026
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung koperasi pangan diperkuat agar bisa mendorong pertumbuhan kekuatan ekonomi baru sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan.
"Presiden ingin ke depan koperasi pangan harus diperkuat," kata Teten Masduki, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.
Menurut Teten, perkuatan koperasi pangan menjadi bagian dari instruktur ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pihaknya berharap koperasi dapat ikut andil dalam menyejahterakan anggotanya yakni para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan prioritas di sektor pangan.
"Koperasi harus punya komitmen untuk membesarkan anggotanya yang di sektor pangan," katanya.
BACA JUGA : Koperasi Efektif Bangun Eko Wisata Malioboro
Teten menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah diingatkan oleh FAO terkait ancaman krisis pangan dunia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan dan tanah Indonesia yang subur itu, dengan menanam tanaman pangan.
"Apalagi ke depan krisis pangan. Dalam jangka pendek, sudah diingatkan oleh FAO, bahwa dunia akan hadapi krisis pangan. Harus dimanfaatkan setiap jengkal tanah kita harus dimanfaatkan tanaman pangan," tambahnya.
Dalam jangka panjang, kata Teten, Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah, serta persyaratan yang tidak berbelit-belit.
"Kita harus siapkan koperasi pangan yang kuat. sistem pembiayaan yang lebih murah, lebih ramahlah koperasi pangan dan jangan berbelit-belit," ujarnya.
Teten juga mengatakan, sektor pangan yang bisa dikembangkan oleh koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor, misalnya jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih diimpor.
"Pangan itu apa. Misalnya yang unggul. Padi dan jagung yang masih impor," tegas Teten.
Selain itu menurutnya, koperasi juga harus menyentuh sektor kelautan, dimana Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah. Teten mencontohkan garam, rumput laut dan semua jenis ikan, berpotensi dikembangkan karena nilai ekspor yang terus tumbuh.
"Garam kita masih impor. Kita perlu juga masuk ke sektor kelautan. Kita unggul disitu. Mulai rumput laut hingga jenis ikan. Saya lihat ekpor ikan masih tinggi. Kita harus perkuat disektor itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.