ATR/BPN Luncurkan 3 Kebijakan, Layanan Pertanahan Diubah
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Ilusrasi-Petugas medis menujukkan alat rapid test saat rapid test massal di pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan./ANTARA-Darwin Fatir.\n\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menilai saat ini pemerintah sangat produktif untuk membangun citra.
Namun, ujarnya, pemerintah belum serius dengan keamanan masyarakat.
“Konsep pemerintah saat ini produktif bukan aman. Negara kita belum serius membangun aman. Masalah keselamatan harusnya nomor satu,” ujar Pandu saat diskusi virtual "Ngobrol Seru" by IDN Times, Sabtu (20/6/2020).
Menurut Pandu alasan ini yang membuat media terjebak untuk mengikuti arus isu yang dibawa oleh pemerintah.
“Pemerintah membangun citra mereka bekerja, padahal hanya ngomong dan ngomong," ujar Pandu.
Pandu menilai media atau pers harusnya independen, jangan terpancing oleh citra yang dibangun oleh siapa pun, yang kali ini [dilakukan] oleh pemerintah.
"Pemerintah itu yang dilakukan adalah tambal sulam. Kalau ada isu-isu yang menggawatkan atau memperburuk citra pemerintah akkhirnya mereka mengatasi itu, bukan mengatasi pandemi,” terang Pandu.
Menurut Pandu saat ini pemerintah masih kedodoran dalam memilih respons yang tepat untuk menghadapi pandemi.
“Dari awal sudah kedodoran jadi diusahakan agar citranya tidak kedodoran. Makanya, [Menteri Kesehatan] Terawan di-grounded, gak boleh ngomong lagi, dia kalau ngomong berbahaya sekali, karena sampai sekarang ini dia tidak mengerti tentang pandemi," ujar Pandu.
Pandu menambahkan seharusnya Menkes yang memimpin respons pandemi. Mengontrol kondisi di sana, termasuk kondisi para dokter.
"Dokter itu kan pasukan dia,” tuturnya.
Menurut Pandu kelemahan negara untuk mengatasi pandemi Covid-19 adalah dari sisi pengujian yang masih tergolong minim di layanan kesehatan dan sampai sekarang masih sukar untuk dilakukan.
“Kelemahan rapid test tidak akurat karena memeriksa antibodi, antibodi yang biasanya timbul seminggu atau sepuluh hari setelah terinfeksi. Hari ini harusnya [kita] memeriksa apakah orang itu membawa virus atau tidak sehingga kita bisa melakukan isolasi,” jelasnya.
Selain itu, Pandu mengatakan bahwa pendekatan pentahelix yang kerap digaungkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kurang membuahkan hasil. Salah satunya, dari pelibatan tokoh agama dalam dialog Covid-19, yang menurutnya belum tentu bisa mewakili masyarakat secara keseluruhan.
"Karena masyarakat Itu banyak sekali. Dia percaya pada pemimpin agama yang ini, itu, variasi leader di masyarakat itu bisa salah, jadi biasanya sudah ada bias seleksi," ujar Pandu.
Pandu menyarankan komunikasi masyarakat bisa dilakukan dari sel-sel terendah yang bisa langsung merangkul semua lapisan masyarakat dan tidak membeda-bedakan orientasi kepercayaan pada pemimpin yang ada di masing-masing masyarakat.
"Lingkungan RW, desa, itu salah satu lingkungan masyarakat," terangnya.
Berdasarkan keterangan di laman http://staff.ui.ac.id, Pandu Riono adalah pemegang gelar doktor dan salah satu staf pengajar senior di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, untuk bidang Biostatistik dan Kependudukan.
Pandu lulus dari Fakultas Kedokteran UI dan meraih gelar master dari bidang biostatistik dari Pittsburgh University.
Pandu di antaranya menekuni spesialisasi bidang modeling matematika untuk HIV/AIDS, TB, STI (sexually transmitted infections), Hepatitis B/C dan Risiko Penyakit Seksual terkait dengan HIV dan STI.
Dia juga menaruh minat pada isu risiko terkait penyakit infeksi baru (emerging Infectious) dan isu-isu terkait epidemiologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.