Lelang Aset Koruptor di BPA Fair Laris, Harley hingga BMW Terjual
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan./Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA - Pernahkah Anda merasa sakit perut saat Hari Raya Idulfitri? Jika pernah, hal itu memang seperti sudah menjadi kebiasaan setiap hari raya umat Muslim itu tiba.
Dr Magdi Mohamed, konsultan Rumah Sakit Burjeel pun mengakui setiap tahunnya rumah sakit menerima jumlah pasien dengan masalah perut yang sangat banyak di hari pertama dan kedua Idulfitri.
Menurut Magdi, sekitar 40 persen pasien yang datang ke unit gawat darurat mengalami masalah perut akibat makan berlebihan saat lebaran.
Magdi juga menjelaskan bahwa 120 dari 300 kasus masalah perut terkait dengan pesta makan di Hari Raya Idulfitri.
"Unit gawat darurat menerima sekitar 60 pasien dengan masalah perut dalam 24 jam pertama Idul Fitri," kata Magdi dikutip dati Khaleej Times.
Dr Magdi Mohamed menekankan bahwa kondisi perut orang yang berpuasa selama bulan Ramadan menjadi sensitif dan menyusut ketika lebaran.
"Kebiasaan berpuasa mengatur sistem pencernaan tubuh, serta enzim pencernaan yang akan diatur sesuai dengan makanan yang dikonsumsi. Sehingga sistem pencernaan yang sudah berjalan selama sebulan puasa bisa terganggu ketika orang makan berlebihan saat lebaran," jelasnya.
Karena itu, Dr Mohamed menyarankan untuk tetap makan dua hingga tiga kali sehari selama Hari Raya Idul Fitri. Makan berlebihan secara tiba-tiba bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
"Kasus-kasus kesehatan yang paling umum terjadi selama Idulfitri termasuk sakit perut, muntah dan diare," tuturnya.
Mohamed juga menyaranakn orang yang merasakan Idulfitri untuk tidak terlalu makan banyak permen atau makanan manis lainnya.
"Glukosa dalam sistem pencernaan akan menyebabkan peningkatan sekresi cairan dan air di usus, yang bisa menyebabkan diare parah. Glukosa akan menjadi terfermentasi yang juga menyebabkan gerakan longgar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.