Konsultasi Kesehatan Mental Meningkat, Ini Diagnosis Terbanyak
Gangguan kecemasan mendominasi konsultasi kesehatan mental di Halodoc pada semester I 2026, dengan kenaikan 47,2% dibandingkan tahun lalu.
Anggota Linmas Gondomanan berjaga di Tempat Sampah Smenetara di jalan Brigjen. Katamso, Jogja, Sabtu (11/04/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi momentum Indonesia jadi negara dengan pembangunan yang lebih bersih. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Nur Hidayati.
“Covid bisa jadi momentum jadi negara dengan pembangunan yang lebih bersih. Kita sudah lihat ada perbaikan, sampah aja berkurang 600 ton per hari karena efek kerja di rumah,” kata Nur Hidayati yang akrab disapa Yaya menanggapi kondisi lingkungan Indonesia selama masa pandemi Covid-19 di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).
Tidak hanya produksi sampah yang berkurang di masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama masa penyebaran SARS-CoV-2, ada kecenderungan perbaikan kualitas udara di Jakarta meski tipis, kata Yaya.
“Makanya kalau kondisi ini tetap baik mustinya ubah model pembangunan, misal PLTU batu bara ditinggalkan, gunakan energi lebih bersih dan meninggalkan polusi,” ujar dia.
Sektor swasta harus berperan di masa PSBB untuk melaksanakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) tanpa mengurangi hak-hak buruh atau karyawan, ujar dia.
Sumber-sumber polutan di Jakarta, menurut dia, juga berbeda. Jika di sekitar kawasan Glora Bung Karno (GBK) yang merupakan pusat bisnis terlihat lebih hijau sekarang berarti sumber polutan utama ada di transportasi.
Sedangkan di pinggiran Jakarta kemungkinan industri yang berkontribusi besar penyebab polusi.
Hal krusial mengapa polusi udara perlu diatasi, ia mengatakan karena berkaitan erat dengan kesehatan manusia. Particulate Matters 2.5 (PM2.5) yang bersumber dari asap segala jenis pembakaran bahan bakar bisa masuk ke sistem perbatasan manusia, masuk ke paru-paru, dan menyebabkan penyakit.
Yaya mengatakan, di tengah pandemi ada segi positif. Jika jaga jarak fisik (physical distancing) dilanjutkan dan semua arahan pemerintah untuk mengurai kegiatan di luar rumah diikuti akan memberikan dampak positif ke lingkungan.
Namun ia menyadari tidak semua orang memiliki kemewahan untuk bisa tinggal di rumah saja selama masa pandemi Covid-19. Mereka pekerja informal dan memiliki pendapatan harian tidak mungkin tinggal di rumah.
“Ini pentingnya pemerintah memberi bantuan ekonomi sehingga mereka tenang. Selama itu tidak bisa dipastikan, pasti mereka akan mencari pendapatan keluar rumah,” ujar Yaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gangguan kecemasan mendominasi konsultasi kesehatan mental di Halodoc pada semester I 2026, dengan kenaikan 47,2% dibandingkan tahun lalu.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.
Rupiah hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi melemah ke kisaran Rp17.910–Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan geopolitik dan kebijakan The Fed.
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Psikolog Rose Mini membagikan kiat menghadapi perbedaan pola asuh antara orang tua dan kakek-nenek demi memenuhi kebutuhan anak.
Komdigi memastikan aturan turunan Perpres Ojol terbit sebelum 31 Desember 2026, termasuk formula perhitungan ongkos kirim barang dan makanan.