6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad seusai menghadiri sosialisasi rencana pemerintah pusat membangun rumah sakit khusus penanganan virus di Pulau Galang, Kecamatan Galang, Batam pada Kamis (5/3)./JIBI-Bisnis.com-Bobi Bani
Harianjogja.com, BATAM - Rencana Pemerintah Pusat membangun rumah sakit khusus penanganan virus Corona di Pulau Galang, Kecamatan Galang, Batam, ditentang masyarakat setempat.
Masyarakat umumnya khawatir akan ancaman penularan virus dari pasien yang nantinya ditempatkan di lokasi bekas rumah sakit di eks lamp Vietnam tersebut.
Dampak sosial ekonomi dinilai juga akan menjadi soal baru jika pemerintah tetap dengan rencana awal mereka yang terkesan mendadak ini. Pulau Galang yang menyajikan banyak destinasi wisata, diyakini tidak akan dilirik oleh wisatawan ketika nantinya rumah sakit ini jadi dibangun. Kondisi itu tentu akan membuat ekonomi masyarakat pesisir Batam ini ikut terdampak.
"Intinya kami masyarakat galang tidak setuju dan tidak sependapat dengan apa yang akan dibuat pemerintah. Kalau ada yang bilang tidak bahaya, ayo sama-sama kita tinggal di sana, kalau perlu Presiden kita ajak tinggal di sana. Biar adil sama-sama," kata Ketua LPM Kecamatan Galang, Suherman, saat sosialisasi pembangunan rumah sakit khusus, Kamis (5/2/202).
Saat ini saja, kondisi ekonomi masyarakat sudah menurun jauh dengan penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi yang ada di Batam, khususnya Galang.
"Kalau ekonomi kami semakin lemah karena wisatawan tidak mau lagi ke Galang, maka akan muncul masalah sosial, kami tidak mau itu. Maka kalau bisa kami menolak untuk dibangun di Galang," kata Rahmat, tokoh masyarakat yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Galang.
Lebih jauh, masyarakat juga menilai kalau lokasi yang dipilih (bekas rumah sakit di eks camp Vietnam) akan mengganggu ekosistem yang telah ada. Apalagi kawasan ini sudah menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang ikut dalam sosialisasi ini, mengaku akan menyampaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat akan disampaikan kepada pemerintah di tingkat pusat. Dimana pihaknya akan menyampaikan beberapa alternatif yang mungkin bisa dipertimbangkan terkait rencana tersebut.
Meskipun demikian, dalam penyampaiannya Amsakar menjelaskan kalau pemerintah berkejar dengan waktu untuk menghadirkan fasilitas kesehatan khusus bagi warga yang terkena COVID-19 dan virus-virus lainnya. Pulau Galang terpilih karena memang memadai dan bisa mendukung percepatan hadirnya layanan kesehatan khusus ini.
Batam ini alternatif sebenarnya, tapi aksesibilitasnya bagus setelah ditinjau. Masukan dari masuarakat akan kami tampung dalam sosialisasi ini, kami lihat juga altetnatif pulau-pulau lainnya," kata Amsakar menjelaskan.
Tim dari Pusat akan Kembali Tinjau Galang
Amsakar melanjutkan, tim dari pemerintah pusat akan kembali melakukan peninjauan ke rumah sakit eks camp Vietnam tersebut. Rencananya tim yang salah satu pejabat yang akan hadir adalah Kapolri, Jenderal Idham Azis ini akan datang pada Minggu (8/3) mendatang.
Tidak hanya melakukan peninjauan sebagai tindak lanjut dari rencana pembangunan RS khusus COVID-19, tim ini juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Galang, khususnya warga Desa Sijantung, Galang, yang berada paling dekat jika rumah sakit ini jadi dibangun.
"Insyaallah, Minggu (8/4/2020), tim dari pusat akan kembali lagi datang meninjau langsung," kata Amsakar.
Jika nantinya pilihan pembangunan rumah sakit itu tetap di Pulau Galang, dan sudah diterima masyarakat, maka akan segera dibangun dan asetnya akan luar biasa bagi Batam. Saat ini rumah sakit yang khusus menangani virus baru ada satu di Indonesia (RS Surianti Saroso), sehingga rencana pembangunan rumah sakit khusus kedua dengan kapasitas yang besar ini akan membawa dampak positif, utamanya di bidang kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.