Ini Lokasi Rumah Laksamana Maeda, Tempat Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Sejumlah poster dan pamflet iklan terpasang di pohon wilayah Kota Solo, Selasa (27/8/2019). (Solopos/Candra Mantovani)
Harianjogja.com, SOLO -- Memasang materi iklan baik berupa poster, pamplet, banner, atau lainnya di batang pohon Kota Solo tidak hanya mengotori dan merusak keindahan kota tapi juga bisa berkonsekuensi hukum. Pelakunya bisa dikenai denda hingga Rp50 juta.
Hal itu berdasarkan Perda Lingkungan Hidup dan Reklame Kota Solo. Pantauan JIBI/Solopos, Selasa (27/8/2019), di Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres Solo, masih terdapat beberapa pohon yang ditancapi banner iklan di batang pohon menggunakan paku. Kebanyakan iklan yang dipasang adalah iklan peminjaman uang instan dan kredit perumahan.
Iklan tersebut dipasang di beberapa lokasi strategis di beberapa persimpangan jalan. Salah satu pemilik warung di Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Rohmad, 40, mengatakan tidak pernah mengetahui siapa yang nekat memasang iklan dengan menancapkan ke batang pohon.
Menurut dia, pelaku sering memasang iklan itu pada malam hari sehingga tidak terdeteksi warga sekitar. “Tiba-tiba sudah terpasang iklannya. Saya sering lihatnya pas Satpol PP mencabut dan membersihkannya. Tapi siapa yang memasang saya tidak tahu. Kebanyakan dipasang malam hari. Memang seperti itu terus menerus. Dibersihkan, ada lagi terus,” jelas dia ketika ditemui JIBI/Solopos, Selasa.
Terpisah, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengatakan sudah sering menemukan iklan-iklan yang terpasang di pohon wilayah Kota Solo. Untuk mengatasi hal tersebut, Satpol PP Solo memantau dengan mengirimkan tiga tim untuk menyisir wilayah dan membersihkan ketika menemukan pelanggaran tersebut.
“Kalau pelanggaran soal memasang iklan di pohon dengan menancapkan paku semua wilayah di Solo ada. Kami terus membersihkan tetapi muncul terus. Tidak hanya di pohon tetapi di tiang listrik dan lampu merah juga. Tapi besoknya tiba-tiba ada lagi,” kata dia.
Agus memastikan akan menindak tegas apabila memergoki dan menangkap orang yang memasang materi iklan di pohon. Tindakan itu sesuai Perda yang berlaku. Pelanggaran memasang iklan dengan menancapkan paku di pohon dapat dijerat Perda Lingkungan Hidup dan Perda Reklame.
Selain itu, Perwali No. 2/2009 Pasal 8 ayat (5) juga mengatur tentang larangan menancapkan iklan menggunakan paku di pohon. “Kami bisa menjerat mereka menggunakan dua Perda. Hukumannya bisa maksimal kurungan tiga bulan penjara dan denda maksimal Rp50 juta. Kalau ketemu siapa pelakunya tentu akan kami proses sesuai Perda,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia sejak dini hari hingga malam. Cek jadwal YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Palur, Solo hingga Stasiun Jogja. Cek jam kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, termasuk jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.
Disnaker Sleman mencatat 318 pekerja terkena PHK hingga semester I 2026. Kondisi ekonomi dan finansial perusahaan menjadi pemicunya.