Ira Koesno Curhat Dirinya Mendapat Tekanan Usai Diumumkan Jadi Moderator Debat Capres

Ira Koesno resmi ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi salah satu moderator Debat Capres 2019 periode pertama. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
11 Januari 2019 13:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Debat calon presiden dan wakil presiden tahap pertama akan digelar pada Kamis (17/1/2019). Moderator debat pertama bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Ira Koesno dan Imam Priyono, menjamin independen dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon peserta Pilpres 2019. Mereka memastikan akan bekerja profesional.

Ira mengatakan setiap orang pasti memiliki kecenderungan mendukung salah satu pasangan calon (paslon). Tetapi, hal itu tidak akan terlihat pada debat yang akan berlangsung pada Kamis (17/1/2019).

“Bahwa kami punya preferensi seperti yang orang sampaikan, ya pastinya. Tapi preferensi itu hanya kami dan Tuhan yang tahu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/1).

Mantan pembawa berita di televisi swasta ini menceritakan dirinya mendapat tekanan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan dia sebagai moderator. Netralitasnya dipertanyakan oleh pendukung salah satu calon melalui media sosial.

Namun, Ira menyatakan sama sekali tidak pernah menanggapi komentar warganet. Baginya, menjawab tudingan sama saja memancing polemik lebih lanjut.

“Jadi ada tidak tekanan? Iya ada. Tapi saya rasa itu minim sekali dibandingkan dengan yang lain-lain. Karena pro kontra itu selalu ada. Debat juga pro dan kontra. Artinya, ada tetapi masih dalam taraf yang menurut saya bisa diterima,” jelasnya.

Imam menuturkan bahwa netralitas adalah alasan utama mengapa dirinya dan Ira bisa menjadi moderator debat.

“Saya rasa itu pertaruhan yang besar untuk kami berdua. Jadi, sikap netral adalah pondasi untuk kami semua," tegasnya.

Ira dan Imam akan menjadi moderator debat pertama yang membahas tema hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), terorisme, dan korupsi.

Sumber : Bisnis.com