Ternyata Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Sengaja Dibikin Stagnan, Ini Alasan Timses

Abdul Kadir Karding (kiri), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin. - Bisnis/Muhammad Ridwan
08 Desember 2018 12:17 WIB Muhammad Ridwan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk Pemilu 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dikabarkan stagnan. Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut pihaknya sengaja membuat stagnan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

Karding menyebut hal tersebut sebagai strategi politik dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jangan sekarang dipaksa naiknya, [karena] ke depannya susah bagi kami untuk menjaganya," ungkap Karding di Hotel Grand Sahid, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Lebih jauh Karding beralasan jika elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin ditingkatkan pada saat ini, kemungkinan akan turun pada beberapa bulan sebelum pencoblosan.

Kerja mesin politik untuk menaikkan elektabitas akan dioptimalkan pada Januari sampai dengan hari pencoblosan.

“Jadi memang itu strategi saja sih. [Sengaja] dijaga seperti itu. Yang terpenting dalam pemenangan trend [elektabilitasnya] bagus," kata Karding.

Sementara itu, Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menjelaskan elektabilitas yang stagnan di angka sekitar 53% didasari atas Ma’ruf Amin yang belum turun untuk berkampanye.

Tetapi ia menilai capaian angka 53% sudah lebih baik dibandingkan dengan capaian pada pemilihan presiden 2014 lalu.

“Kalau kita lihat dengan posisi yang sekarang luar biasa. Contoh misalnya ketika Pak Jokowi bersama Pak JK (Jusuf Kalla) menang untuk 2014 berapa? 53% nah hari ini beliau 53%, ini cawapresnya K.H. Ma'ruf Amin ini akan bergerak pasti di atas 53%,” ujar Erick.

Sumber : Bisnis.com