Penjelasan Pramono Anung tentang Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang Turun di Sejumlah Daerah

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan keterangan pers terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT610, di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
06 Desember 2018 17:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin turun di sejumlah daerah. Meski demikian, kubu ini tetap meyakini elektabilitas calon presiden nomor urut 01 masih tinggi di berbagai provinsi. Sebab, secara keseluruhan, popularitas Jokowi dan keinginan masyarakat untuk memilihnya terus naik signifikan.

"Jadi terus terang kami mempunyai data yang sangat detail yang dilakukan per minggu dan tidak dipublikasikan, sehingga kami tahu bahwa secara keseluruhan elektabilitasnya menjadi lebih kuat," kata politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Menurut Pramono, bagaimanapun sebagai inkumben yang terus-menerus turun ke lapangan ditunjang dengan program-program kebijakan yang jelas, posisi Jokowi tetap tinggi dari sisi elektabilitas. Namun, Pramono mengakui memang ada beberapa daerah yang mengalami penurunan elektabilitas Jokowi.

Secara keseluruhan, kata Menteri Sekretaris Kabinet ini, popularitas Jokowi dan keinginan masyarakat untuk memilihnya naik signifikan di banyak provinsi.

"Tapi kami tidak akan umumkan, itu sebagai survei yang kami lakukan per minggu dan selalu kami laporkan. Setiap turun ke lapangan kami tahu apa yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai incumbent," kata Pramono.

Pramono mencontohkan, saat di Lampung Presiden Jokowi mempelajari hal-hal yang diinginkan masyarakat setempat. Misalnya mengenai penyelesaian proyek infrastruktur jalan tol Terbanggi Besar sampai Bakauheuni sepanjang 140 kilometer.

"Dan, itu kemudian Presiden memerintahkan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," kata Pramono.

Begitu pula dengan Bandara Radin Inten yang ditingkatkan statusnya. Presiden, kata Pramono, tidak lagi sekadar mendengarkan, tapi memetik buah dari kerja kerasnya membangun selama 4 tahun.

Pramono juga meyakini peristiwa politik di berbagai daerah jelas akan berpengaruh pada popularitas maupun elektabilitas Jokowi.

"Tapi secara nasional semuanya, gap-nya makin...," ucap Pramono sambil mengisyaratkan tangannya pada posisi ke atas.

Terkait pelaksanaan Reuni 212, yang dihadiri calon presiden Prabowo Subianto, Pramono melihat positif bahwa acara tersebut berlangsung lancar dan sukses.

 "Kami melihat dari perspektif positif, namanya juga reuni dan reuninya berhasil kami juga bersyukur".

 Jokowi memang tidak diundang dalam acara reuni pada Minggu, 2 Desember 2018 itu.

 

Sumber : Antara