Penelitian Cambridge : Saingi Amerika Serikat, Pelajar Indonesia Paling Banyak Gunakan Teknologi Pendidikan

Ilustrasi penelitian. - JIBI
21 November 2018 23:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil penelitian baru-baru ini menyebut tingginya penggunaan teknologi di bidang pendidikan bagi pelajar Indonesia.

Cambridge International merilis hasil penelitian Global Education Census yang dilakukan secara global untuk pertama kalinya. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa pelajar Indonesia termasuk pengguna teknologi tertinggi di bidang pendidikan.

Selain itu, siswa Indonesia terbukti paling semangat untuk menjadi pengusaha dibanding siswa-siswa di negara lain.

Melansir keterangan Cambridge International, Rabu (21/11/2018), organisasi ini merupakan pendidikan terkemuka, bagian dari Universitas Cambridge. Organisasi ini bekerja sama dengan lebih dari 200 sekolah di Indonesia, dari Aceh hingga Sumbawa Barat untuk mempersiapkan kehidupan siswa, membantu mereka mengembangkan rasa ingin tahu, dan semangat untuk belajar.

Survei ini dilakukan untuk penelitian global pertama yang secara komprehensif membantu memperlihatkan kehidupan sekolah di dunia, dan diikuti oleh 502 siswa dan 637 guru di Indonesia. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa pelajar Indonesia lebih banyak menggunakan teknologi di dalam kelas, dibandingkan dengan pelajar lainnya.

Siswa Indonesia menduduki peringkat tertinggi secara global selaku pengguna ruang IT/komputer (40%) di sekolah. Mereka juga menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dalam penggunaan komputer desktop (54%), setelah Amerika Serikat.

Sekitar 67% siswa di Indonesia menggunakan smartphone saat belajar di dalam kelas, dan 81% siswa menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Namun, peralatan tradisional seperti pulpen, kertas, papan tulis tetap digunakan.

Para pelajar di Indonesia juga berbeda tipis dengan Amerika Serikat sebagai pengguna laptop tertinggi untuk pekerjaan rumah (84%, dibandingkan dengan 85% di Amerika Serikat).

Hal ini dikarenakan pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 143,26 juta orang di 2017 berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, hal ini tidak menjadi masalah karena sensus menunjukan bahwa teknologi juga berperan dalam dunia pendidikan.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gatot Pramono sebelumnya menegaskan, pentingnya teknologi bagi dunia pendidikan.

Gatot mengatakan bahwa dengan teknologi, para guru dan institusi pendidikan dapat mengelola materi secara lebih efisien dan dapat lebih fokus terhadap pembangunan karakter, serta menginspirasi minat dan kemampuan berpikir kritis melalui kelas interaktif. Pemerintah juga beralih ke teknologi untuk memperluas akses pendidikan kepada masyarakat melalui inisiatif seperti kelas online.

Selain itu, Global Education Census mencatat pendapat dari hampir 20.000 pelajar dan guru di seluruh dunia, dengan fokus pada 10 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, China, India, Amerika Serikat, dan Argentina.

Hasilnya dipaparkan bahwa sekitar 93% siswa di Indonesia ingin melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Untuk cita-cita, siswa Indonesia ternyata paling banyak tertarik menjadi pengusaha, walaupun ada juga yang ingin menjadi dokter atau dokter gigi.

Saat ini Indonesia mengalami perkembangan ekosistem start-up teknologi yang dinamis, dipicu pengusaha-pengusaha muda yang mengejar inovasi digital di beragam sektor, mulai dari transportasi hingga fintech. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi juga berperan dalam pilihan karir atau bidang studi.

Sebagai pemimpin global dalam inovasi pendidikan, kami merasa sangatlah penting untuk benar-benar memahami kehidupan dan pembelajaran para siswa dan guru. Sensus ini memberikan data nyata dan berwawasan tentang keberagaman praktik pembelajaran dan teknologi di dunia.

Penelitian kami juga menunjukkan adanya peluang untuk inovasi dan kreativitas dalam praktik pembelajaran, yang merupakan inti dari kerja sama kami dengan sekolah-sekolah lokal di seluruh dunia,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International Dr. Ben Schmidt.

“Seiring dengan pelajar Indonesia melanjutkan perjalanan mereka menjadi pemikir, inovator, dan pemimpin masa depan, memperdalam integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran mereka akan membantu menyiapkan mereka untuk berkompetisi di pasar global yang berkembang pesat,” tambahnya.

Sumber : Okezone.com