Boeing Tunda Pertemuan dengan Maskapai Pengguna 737 MAX

Ilustrasi Boeing - Is/Stuff
21 November 2018 01:05 WIB Nugroho Nurcahyo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan manufaktur pesawat terbang komersial, Boeing, batal memanggil maskapai penerbangan untuk menggelar konferensi video membahas sistem pada pesawat 737 MAX, pesawat yang dipakai Lion Air dan jatuh di perairan utara Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober lalu.

Bloomberg pertama kali melaporkan Boeing berencana memanggil sejumlah maskapai penerbangan Selasa (20/11/2018) untuk menggelar konferensi video . Namun sejumlah narasumber memberi tahu Reuters panggilan pertemuan itu kemungkinan besar ditunda.

Dalam sebuah pesan kepada karyawan pada Senin, CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan laporan berita yang mengklaim pabrikan itu menyembunyikan informasi tentang anti-stall yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) adalah "tidak benar". Muilenburg bahkan menegaskan fungsi tersebut telah dijelaskan dalam manual operasi awak pesawat. Demikian tulis jurnalis penerbangan Jon Ostrower.

Dalam sebuah memo yang dikeluarkan pada Jumat, serikat United Airlines mengatakan pilot maskapai itu telah dilatih dengan baik untuk menangani kerusakan MCAS meskipun fitur itu tidak pernah disinggung dalam kursus peralihan dari Boeing 737 NG ke jenis MAX.

Setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia yang merenggut 189 korban jiwa, Boeing dan Federal Aviation Administration mengirimkan peringatan kepada para operator B737 Max yang intinya pembacaan yang keliru dalam sistem pemantauan penerbangan dapat menyebabkan jet menukik tiba-tiba. Potensi bahaya itu justru timbul dari bekerjanya fungsi pengaman penerbangan otomatis yang disebut sistem anti-stall.

Ketika sensor angle-of-attack, sensor yang mendeteksi sudut horizontal pesawat, mengirim data yang salam ke sistem otomatisasi pengamanan penerbangan, salah satu fitur bawaan itu merespons dengan menukikkan hidung pesawat.

Masalah itu ditemukan dalam penyelidikan kecelakaan Lion Air. Boeing mengatakan Lion Air JT610 mengalami input data yang salah" dari salah satu sensor sehingga memacu sistem anti-stall bekerja tidak pada mestinya.

Pekan lalu, American Airlines menyatakan tidak mengetahui adanya fitur anti-stall itu sampai dengan Boeing merilis buletin keamanan. Keberadaan fitur tersebut tidak disebutkan dalam buku manual untuk pilot. Maskapai itu telah memakai sebanyak 16 pesawat 737 MAX dan khawatir dengan fitur apa lagi yang sudah ditanamkan Boeing di pesawat baru mereka yang tidak disampaikan kepada operator.

The Wall Street Journal melaporkan pada pekan lalu Boeing telah sengaja menyembunyikan informasi tentang potensi bahaya terkait dengan fitur kontrol penerbangan baru tersebut.

Saat wawancara eksklusif dengan FOX Business, CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan 737 Max aman diterbangkan. Dan dia membantah segala tuduhan perusahaan itu telah menyembunyikan informasi.

Laporan awal mengenai kecelakaan Lion Air akan dirilis Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada 28 atau 29 November mendatang. Namun demikian, salah satu bagian kotak hitam yakni perekam perbincangan di kokpit (cockpit voice recorder) hingga berita ini ditulis belum ditemukan.

Sumber : foxbusiness.com, cnbc.com