Ternyata Ini Alasan SBY Belum Mulai Kampanye Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) - Antara/Sigid Kurniawan
20 November 2018 06:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Adil Makmur untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru akan mengampanyekan pasangan calon tersebut mulai Maret 2019.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto mengatakan timing yang diambil SBY pada Maret atau sebulan menjelang Pilpres itu sangat tepat.

Menurutnya, saat ini SBY masih harus mempersiapkan strategi dan fokus pada persiapan Pileg 2019.

"Saat ini, kami harus menguatkan partai sendiri karena ini ada juga antara pileg dan pilpres ini kan semua harus dikuatkan," kata wakil ketua DPR itu, Senin (19/11).

Agus menilai, penguasaan kursi di Parlemen tak kalah pentingnya untuk dimenangkan, mengingat suksesi pemilu presiden juga harus didukung kekuatan politik di DPR.

"Kalau kita ingin menang di Pilpres tentu Pileg kita harus kuat, karena di DPR kita harus banyak anggota dewan supaya presiden yang kita dukung memiliki kekuatan politik," ujarnya.

Wasekjen Partai Demokrat, Rachlan Nasidik mengatakan, sudah ada komitmen diantara pimpinan Demokrat dan Gerindra terkait pemilu yang dihargai oleh masing-masing pihak.

"Itulah dasar yang membuat saya yakin Pak SBY dan AHY akan turun berkampanye bagi Prabowo-Sandi," kata Rachlan.

Dia juga mengakui kesibukan untuk pemenangan pileg, menjadi alasan Partai Demokrat untuk mulai mengampanyekan pemenangan pasangan nomor urut 02 pada bulan Maret tahun depan.

"Karena saat ini kami sedang fokus memperjuangkan kader kami sendiri untuk memenangi pileg," katanya.

Sumber : Bisnis.com