Menlu Arab Saudi Nyatakan Putra Mahkota Tak Terlibat kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Penggiat HAM dan jurnalis memegang foto Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Istanbul Turki. - REUTERS/Murad Sezer
16 November 2018 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, RIYADH - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengeluarkan pernyataan terkait kasus pembunuhan wartawan The Washington Post, Jamal Khashoggi.

Pada Kamis (15/11/2018),  Adel berkeras bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman "sama sekali" tidak memiliki kaitan dengan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Demikian dilansir dari kantor berita Xinhua/OANA.

Menlu Al-Jubeir mengeluarkan pernyataan ini di Riyadh, beberapa jam setelah Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap lima tersangka utama dalam pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi, Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Kerajaan Arab Saudi berkomitmen untuk menuntut pertanggung-jawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu, dan penyelidikan mengenai pembunuhan jurnalis The Washington Post ini akan berlanjut sampai semua tanda-tanya terjawab, kata Menlu Al-Jubeir.

Ia menyoroti bahwa para terdakwa dan korban dalam kasus Jamal Khashoggi adalah warga negara Arab Saudi dan peristiwa itu terjadi di tanah Arab Saudi.

Diplomat senior Arab Saudi ini mengatakan adanya upaya untuk mempolitisasi kasus Jamal Khashoggi, yang patut disesalkan.

"Media Qatar telah melancarkan aksi terorganisasi terhadap Arab Saudi dan mengeksploitasi kasus Jamal Khashoggi," ujar Menlu Al-Jubeir, sebagaimana dikutip Xinhua.

Pada Kamis pagi (15/11/2018) Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengungkapkan perincian mengenai pembunuhan Khashoggi, dan mengatakan Jamal Khashoggi dibunuh dengan suntikan narkotika dan mayatnya dimutilasi, setelah pencekikan oleh sekelompok agen Arab Saudi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Sumber : Antara