REKAMAN PERCAKAPAN: Dugaan Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi Makin Menguat

Mohammed bin Salman. - Reuters
13 November 2018 22:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, ANKARA – Dugaan keterlibatan putra mahkota Arab Saudi dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi makin menguat.

Rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi memuat sebuah percakapan yang dapat menguatkan dugaan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam kasus tersebut.

Laporan New York Times yang dilansir Al Jazeera, Selasa (13/11/2018) menyebutkan, dalam rekaman tersebut, salah seorang anggota tim pembunuh Arab Saudi terdengar menelepon atasannya sesaat setelah menghabisi nyawa Khashoggi dan mengatakan kepadanya untuk “memberitahu bos” bahwa misi mereka telah diselesaikan.

Mengutip tiga orang sumber yang mengetahui dengan baik mengenai rekaman pembunuhan Khashoggi yang dimiliki oleh intelijen Turki, New York Times melaporkan, meski percakapan dalam telepon itu tidak menyebutkan nama, pejabat Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa “bos” yang dimaksud adalah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Mereka melihat rekaman tersebut sebagai sebuah bukti kuat yang mengaitkan MbS, nama panggilan sang putra mahkota, dengan pembunuhan Khashoggi.

Sumber New York Times mengatakan, panggilan telepon dalam bahasa Arab tersebut dilakukan oleh Maher Abdulaziz Mutreb, salah satu dari 15 agen Saudi dikirim ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi. Mutreb adalah seorang petugas keamanan yang sering bepergian dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Para pejabat Turki mengatakan rekaman audio tidak secara konklusif membuktikan keterlibatan MbS. Mereka mengatakan kepada pejabat AS, mereka percaya bahwa telepon itu ditujukan kepada salah satu ajudan dekat MbS. Namun, para analis mengatakan itu adalah petunjuk penting.

"Panggilan telepon seperti itu adalah yang paling dekat dengan sebuah bukti kuat yang bisa Anda dapatkan," kata Bruce Riedel, seorang mantan perwira CIA di Brookings Institution. "Itu bukti yang cukup memberatkan."

Pihak Arab Saudi membantah adanya keterlibatan putra mahkota dalam kasus Khashoggi, menyatakan bahwa MbS sama sekali tidak memiliki informasi apa pun mengenai pembunuhan tersebut.

Melalui pernyataannya, pihak Saudi mengatakan bahwa dari rekaman panggilan telepon yang didengar pihak intelijennya, Mutreb sama sekali tidak menyebutkan kata “beritahu bos Anda” seperti yang disebutkan oleh pihak AS dan Turki.

Sumber : Okezone.com