Hasil Rekaman Audio, Ini Teriakan Terakhir Jamal Khashoggi sebelum Tewas Terbunuh

Penggiat HAM dan jurnalis memegang foto Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Istanbul Turki. - REUTERS/Murad Sezer
12 November 2018 20:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, ISTANBUL- Rekaman audio saat-saat terakhir jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi sebelum dibunuh akhirnya dipublikasikan.

Jurnalis senior Turki mengungkapkan kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Khashoggi, saat hendak dibunuh serta dimutilasi di dalam kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi, Istanbul, beberapa waktu lalu.

Nazif Karaman, kepala desk investigasi surat kabar Turkish Daily Sabah mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (12/11/2018), kalimat terakhir yang diucapkan Khashoggi terekam dalam rekaman audio yang belum dipublikasikan.

"Aku tercekik... Kumohon lepaskan tas ini dari kepalaku, aku klaustrofobia," demikian teriakan Khashoggi yang terekam.

Karaman mengatakan, Khashoggi—kolumnis Washington Post yang kritis terhadap beragam kebijakan Arab Saudi—mati kehabisan nafas karena kepalanya ditutupi tas.

”Proses pembunuhan Khashoggi hanya berlangsung 7 menit,” tukas Karaman.

Dia mengatakan, Kerajaan Arab Saudi mengetahui pembunuhan itu. Sebab, jurnalis asal Saudi tersebut dibunuh oleh 15 orang Saudi yang terbang ke Istanbul beberapa jam sebelum insiden pada tanggal 2 Oktober tersebut.

Sementara menurut Karaman, rombongan pembunuh asal Saudi juga sempat menutupi lantai memakai kantong plastik sebelum memotong-motong tubuh Khashoggi.

”Proses mutilasinya berlangsung 15 menit dan dipimpin oleh orang bernama Salah Al Tubaigy, kepala Dewan Ilmiah Saudi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, potongan jasad Khashoggi ditemukan di dalam sumur Konsul Jenderal Saudi di Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, audio yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi telah disebarkan kepada otoritas Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris.

Sedangkan otoritas Arab Saudi mengatakan, telah menangkap 18 orang dan memecat lima pejabat senior pemerintah sebagai bagian dari investigasi atas pembunuhan Khashoggi.

Sumber : Suara.com