Politeknik LPP Beri Pelatihan Pembuatan Pelet

Salah satu kegiatan UPPM Politeknik LPP di Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
12 November 2018 07:45 WIB Sugeng Pranyoto News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik LPP bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang dengan dukungan dari DRPM Dikti mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Kegiatan, berawal dari keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang budi daya ikan air tawar.

Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen Politeknik LPP yaitu Yunaidi, Ari Wibowo, dan Anugrah Perdana. Kegiatan pengabdian ini meliputi pelatihan teknik budidaya ikan semi intensif dan pembuatan pakan mandiri menggunakan mesin pelet

Ketua pelaksana kegiatan pengabdian, Yunaidi, mengatakan kegiatan ini dilakukan mengingat potensi desa yang cukup mendukung terutama dari segi sumber air bersih untuk usaha budi daya pembesaran ikan maupun pembibitan jenis ikan lele dan nila. “Budi daya ikan di wilayah Jerukagung bermula dari usaha sampingan dari beberapa warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani salak dan buruh, tetapi karena harga salak yang fluktuatif dan cenderung murah mengakibatkan keuntungan yang didapat petani semakin turun, sehingga masyarakat mempunyai inisiatif untuk mencoba usaha lain di bidang budidaya ikan,” kata Yunaidi seperti dalam rilis kepada Harian Jogja, Minggu (11/11).

Masalah yang dihadapi para pembudidaya ikan ini adalah masih terbatasnya pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman dalam hal teknik budidaya, serta harga pakan pabrik yang cukup mahal sehingga margin keuntungan yang didapat juga relatif kecil. Selain itu faktor yang dihadapi pembudidaya adalah modal yang terbatas, padahal usaha ini membutuhkan modal yang cukup besar supaya bisa menguntungkan. Perlu diketahui bahwa biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha budidaya yang bisa mencapai 70% dari biaya total usaha.

Rangkaian kegiatan pengabdian berlangsung selama kurang lebih enam bulan dari Mei sampai dengan Oktober 2018 bertempat di Desa Jerukagung. Yunaidi juga menyatakan dari kegiatan ini diharapkan para petani pembudidaya dapat mengusahakan pakan pelet buatan sendiri dengan harga yang murah tanpa menggantungkan dengan pakan pelet produksi pabrik yang mahal. “Selain itu Berdasarkan uji laboratorium, hasil pelet buatan ini memiliki kadar protein 28% sehingga cukup bersaing dengan pelet pabrik dengan kandungan protein antara 29-32%, sedangkan apabila menggunakan pakan pelet buatan sendiri dapat menghemat biaya pakan sampai dengan 25% lebih murah dibandingkan dengan pelet pabrik,” kata Yunaidi.