Sandiaga Uno Mengaku Ogah Pakai Pengacara untuk Hadapi Pilpres

Cawapres Sandiaga Uno saat meresmikan Sekretariat Badan Pemenangan di Ndalem Polowijan, Rumah Almarhum Probosutedjo, Jalan Polowijan, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Jumat (12/10/2018). - Harian Jogja/Sunartono
09 November 2018 09:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sandiaga Uno menyatakan, tak ingin bersengketa hukum terkait Pilpres 2019.

Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno enggan berkomentar banyak terkait Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Maruf Amin. Prabowo Subianto - Sandiaga sendiri tidak ingin mempunya kuasa hukum karena yakin menang.

Sandiaga pun hanya dapat mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu atas keputusannya bergabung dengan tim oposisi.

"Selamat kepada Pak Yusril," katanya, seusai blusukan di Pasar Anyar, Kota Bogor, Kamis (8/11/2018).

Sementara, terkait kabar tim Prabowo-Sandi akan merekrut pengacara kondang Hotman Paris, Sandiaga mengaku belum mendapat informasi tersebut. Ia hanya berharap Pilpres nanti berjalan tanpa sengketa.

"Saya belum dikabarkan, sampai sekarang juga belum ada informasi menjadi kuasa hukum. Kita tidak ingin menunjuk kuasa hukum, karena kita khusnuzon ingin kemenangan nanti tanpa sengketa," ungkapnya.

Sebelumnya, banyak pihak yang mempertanyakan keputusan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Maruf Amin.

Pasalnya, Yusril dikenal sebagai pihak yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi. Yusril sempat mengaku tawaran menjadi pengacara hanya diajukan oleh pasangan nomor urut 01 tersebut.

Meski demikan, Yusril menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin menjalankan pekerjaannya sebagai pengacara profesional yang dapat mengawasi jalannya Pilpres 2019 nanti secara jujur dan adil.

Sumber : Suara.com