Intelijen Dituduh Bermain di Kasus Bendera Tauhid Rizieq Shihab, Moeldoko : Jangan Mengada-ada

Kepala Staf Presiden Moeldoko. - Suara/Ria Rizki
08 November 2018 18:04 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Tudingan pihak Rizieq Shihab soal adanya intelijen Indonesia yang bermain dalam kasus bendera tauhid di rumah pentolan FPI tersebut di Arab saudi ditanggapi pemerintah.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjawab tudingan pihak pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menuding ada rekayasa dan campur tangan intelijen hitam dalam pemasangan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di tembok luar kediaman Rizieq di Arab Saudi.

Moeldoko mengatakan, kalaupun ada operasi intelijen tidak akan dilakukan secara terbuka. Terlebih pemerintah tidak akan berani masuk ke kawasan negara orang dengan seenaknya, apalagi sampai dengan sengaja memasang bendera di depan rumah.

"Saya kira nggak sejauh itu, negaranya orang masak sembarangan, inteljen kok jelek banget [kalau begitu]," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Mantan Panglima TNI ini minta pada semua pihak tidak sembarang menuding pemerintah. Moeldoko kemudian memberikan contoh kalau di posisi Rizieq. Dia akan tanya pada dirinya sendiri apakah memiliki banyak musuh.

"Kalau menurut saya jangan mengada-ngada lah, persoalannya adalah kalau saya nih sebagai seseorang bertanya dulu, yang nggak seneng sama gue siapa si? Kan banyak juga gitu lho," ujar Moeldoko.

Moeldoko kemudian minta pada semua pihak tidak mengkait-kaitkan intelejen dan pemerintah setiap isu yang bergulir di Tanah Air.

"Bukan hanya inteljen. Jangan dikit-dikit intelejen, dikit-dikit pemerintah. Bisa saja orang lain," katanya.

Untuk diketahui, Rizieq sempat ditangkap otoritas keamanan Arab Saudi karena diduga memasang bendera berlambang HTI di depan tembok rumahnya. Meski sempat ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Mekah pada Senin (5/11/2018) pukul 23:30 waktu setempat, Rizieq kini sudah dibebaskan.

Sumber : Okezone.com