TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Tak Paksa Yusril Mundur dari Advokat HTI

Yusril Ihza Mahendra - Bisnis.com/Samdysara Saragih
08 November 2018 00:17 WIB Muhammad Ridwan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra  menjadi pengacara calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin Berharap Yusril Ihza Mahendra mundur dari kedudukannya sebagai advokat Hizbut Tahrir Indonesia.

Arsul Sani, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, menuturkan harapan tersebut karena status Yusril yang saat ini telah menjadi penasihat hukum pasangan calon nomor urut 01.

“Tentu kalau ada pasangan sebaiknya Pak Yusril mundur dari kedudukan sebagai kuasa hukum HTI, itu kami anggap bahkan katakanlah pandangan itu dari internal partai koalisi, itu kami anggap sebagai harapan,” ujarnya di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Kendati demikian, Arsul mengatakan tidak ada paksaan dari pihaknya agar Yusril mundur, asalkan tidak ada benturan dengan kode etik profesi Yusril.

Selain itu, Arsul juga meluruskan terkait posisi Yusril sebagai advokat HTI yang notabene berseberangan dengan Pemerintah. Menurutnya kapasitas Yusril menjadi penasihat Jokowi-Ma’ruf adalah membela dalam konteks pemilihan presiden, bukan membela pemerintah.

“Kalau beliau menjadi advokatnya pemerintah Negara Republik Indonesia baru di situ ada benturan kepentingan. Ini yang harus dibedakan juga. Pak Jokowi di sini sebagai calon presiden yang bersama Pak Kiai Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden dan kami sebagai TKN. Jadi ini harus diluruskan,” jelasnya.

“Tetapi apakah itu nyaman enggak nyaman harus kembali ke advokat masing-masing. Nyaman enggak nyaman itu soal perasaan bukan soal etika, jadi itu yang saya kira ingin saya klarifikasi,” tutupnya.

Sumber : Bisnis.com