Pengacara Curiga, Atribut Mirip Bendera ISIS di Rumah Rizieq Shihab Hasil Operasi Intelijen

Tempat tinggal Muhammad Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi, yang terpajang bendera hitam diduga berbau terorisme ataupun ekstremisme. - dok.WhatsApp
08 November 2018 05:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Keberadaan bendera hitam mirip bendera ISIS yang menyebabkan Rizieq Shihab diperiksa polisi diduga hasil jebakan.

Munarman, pengacara Habib Rizieq Shihab, mengklaim bendera hitam yang mengarah pada gerakan ekstremis di dinding rumah kliennya di Mekah, Arab Saudi, sengaja dipasang oleh oknum intelijen untuk mendiskreditkan pentolan FPI tersebut.

Untuk diketahui, gara-gara bendera hitam tersebut, Rizieq Shihab dicokok dan sempat ditahan selama sehari oleh aparat kepolisian Arab Saudi, yakni sejak Senin sampai Selasa (5-6/11/2018).

”Pemasangan bendera itu diduga sebagai intimidasi terhadap Habib Rizieq. Untuk menghalangi jalannya acara reuni akbar 212 tiga pekan ke depan. Ini operasi intelijen licik,” kata Munarman kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Rabu (7/11/2018).

Munarman mengklaim, ada pelaku operasi intelijen yang mendatangi rumah Rizieq Shihab untuk memajang bendera hitam tersebut.

Selain itu, kata Munarman, pelaku secara diam-diam mendokumentasikan serta melaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

"Setelah memfoto, mereka membuat laporan ke polisi patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai ’Sarang ISIS’ dengan menunjukkan foto yang mereka buat," tuturnya.

Alhasil, rumah Rizieq digeruduk polisi Saudi pada hari Senin pagi pukul 08.00 waktu setempat. Rizieq yang tengah demam kata Munarman, menghadapi polisi.

Saat tengah berbincang dengan polisi Arab Saudi, Munarman mengklaim ada seseorang yang tengah membidikkan kamera merekam peristiwa tersebut. Posisi pembidikan itu sama persis dengan arah foto yang tersebar luas di media sosial.

"Saat terjadi perbincangan antara Habib Rizieq dengan aparat keamanan Arab Saudi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah kediamannya. Ada orang yang membidik memakai kamera super canggih dari jarak sekitar 40 sampai 50 meter," tuturnya.

Untuk diketahui, Munarman tidak bisa memberikan satu pun bukti untuk memperkuat klaimnya tersebut.

Sumber : Suara.com