Jokowi: Warganet Harus Bertanggung Jawab Atas Tindakan di Media Sosial

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kiri), dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) menyampaikan konferensi pers mengenai peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 Rute Penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - JIBI/Ni Putu Eka Wiratmini
01 November 2018 16:17 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan agar penggunaan media sosial harus diikuti dengan tanggung jawab. Pasalnya, penyebaran informasi yang massif saat ini seringkali disisipi oleh ujaran kebencian, berita bohong, hingga fitnah.

"Saya kira fenomena ini tidak hanya di negara kita, tapi juga di negara lain terjadi fenomena yang sama. Oleh sebab itu, sekali lagi harus ada standar moralitas yang lebih tinggi dari sebelum zaman keterbukaan ini ada. Kalau dulu katakanlah standarnya 6, sekarang harus 8," katanya di Pameran Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2018, Rabu (1/11/2018).

Perkembangan teknologi saat ini diakuinya membawa tantangan baru dalam tataran moralitas di masyarakat. Setiap orang mampu memproduksi informasi layaknya seorang wartawan.

"Muncul media tanpa redaksi bisa membuat warga jadi wartawan. Ada berita langsung dimunculkan, ada informasi dimunculkan. Rapat redaksi yang dulu tertata rapi digantikan peran medsos [media sosial]. Dan jempol atau like menjadi pemimpin redaksi di media sosial," tambahnya.

Menurutnya, regulasi pemerintah tidak cukup menyelesaikan masalah sebab tidak semua bisa dipagari dengan regulasi. "Yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi itu," tegas Jokowi.

Sumber : Bisnis.com