Adang Tim KLHK, Pemuda Pancasila Kocar-Kacir setelah Tembakan Peringatan Dilepaskan Aparat

Ilustrasi ormas. - JIBI
22 Oktober 2018 23:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PEKANBARU – Aksi pemerintah mengawasi perambahan hutan di Riau justru berujung pengadangan oleh ormas.

Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyita alat berat yang diduga digunakan untuk merambah hutan di Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Namun dalam perjalanan, mereka diadang puluhan ormas kepemudaan.

"Jumlah [anggota] ormas yang menghadang tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekitar 30 orang," ucap Kapolsek Tandun, AKP S Sinaga, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Dia menjelaskan, pada 20 Oktober 2018 petang, tim gabungan membawa dua alat berat dari lokasi yang berada di kawasan PT SAI di Kecamatan Ujungbatu. Rencananya alat berat itu akan dibawa Kantor Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah II Sumatra di Pekanbaru.

Saat dalam perjalanan, tepatnya di Simpang TB Puo Raya Kecamatan Tandun, Rohul, iring-iringan mobil tim LKH yang dibackup personel TNI AD diadang oleh Ormas Pemuda Pancasila. Puluhan anggota ormas itu meminta petugas mengembalikan alat berat tersebut.

Namun, petugas tidak mengamini apa yang diminta ormas itu. Petugas menegaskan mereka berhak membawa alat berat dari lokasi perambahan. Alhasil terjadi perdebatan antara ormas kepemudaan dan Tim Kementerian LHK. Petugas pun melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa dari ormas.

"Tim gabungan melakukan tembakan peringatan sehingga massa melarikan diri dan meninggalkan satu unit Mitsubishi Triton yang dibawa mereka. Tujuan mereka melakukan pengadangan karena ingin merebut kembali alat berat jenis ekskavator dari petugas," ucapnya.

Dia menjelaskan, tim gabungan saat ini sudah berhasil membawa ekskavator yang diduga milik Hakiman yang sedang melakukan aktivitas di lahan milik Idrus di lokasi PT SAI.

Sumber : Okezone.com