Rel Lama Jogja-Semarang Tak Mungkin Diaktifkan

Lokomotif melintasi rel Jogja-Ambarawa di Parakan, Jawa Tengah, pada 1943. - wikimedia.org/tropenmuseum
19 Oktober 2018 11:25 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Rencana reaktivasi atau penghidupan kembali jalur kereta Jogja-Semarang tak bisa diwujudkan dalam waktu cepat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sangsi rel lama bisa diaktifkan karena sekarang sudah menjadi permukiman.

Pejabat Hubungan Masyarakat Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jawa Bagian Tengah, Eko Budi Santoso, mengatakan wacana menghubungkan Semarang dan Jogja dengan rel masih dalam kajian. PT KAI baru mempelajari jalur Jogja sampai Magelang.

“Rel Jogja-Magelang sampai saat ini baru tahap peninjauan trase. Jalur lama sepertinya sudah tidak bisa diaktifkan lagi karena telah menjadi permukiman,” ujar Eko saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (16/10).

Wacana pengaktifan kembali rel Jogja-Semarang adalah salah satu alasan penolakan DPRD Jawa Tengah terhadap Tol Jogja-Bawen. Menurut taksiran DPRD, biaya yang dibutuhkan untuk menghidupkan ulang rute sepur ini hanya Rp2 triliun, jauh lebih murah ketimbang membangun tol.

Kereta api jalur Jogja-Semarang dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mulai 1898 dan selesai pada 1903–1905. Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) menutup jalur ini pada 1976 setelah jembatan di Krasak putus dihantam lahar Merapi. Stasiun dan infrastrukturnya sekarang banyak yang sudah beralih fungsi.

Beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalur kereta api Jogja-Magelang akan menggunakan rel baru sehingga memakan waktu dan biaya yang besar. Pemerintah harus membebaskan lahan dan kemungkinan pada 2021 jalur itu baru bisa dioperasikan

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mendukung sikap DPRD Jawa Tengah yang lebih memilih pengembangan kereta api dibandingkan dengan tol.

Djoko menilai rel sepur Semarang-Jogja akan lebih berfaedah bagi masyarakat. Salah satunya, lahan pertanian tidak tergerus sehingga lumbung pangan di Jawa Tengah tak berkurang.

“Informasi yang saya peroleh, proyek rel Semarang-Jogja sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional Kementerian Perhubungan. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2024. Jadi pada 2024 Semarang-Jogja terhubung oleh kereta api,” ujar Djoko.

Sumber : JIBI/Solopos