Waduh, Banjir Merendam 29 Desa di Aceh Selatan

Sejumlah warga berjalan menembus banjir yang melanda Desa Pasi Leuhan, di Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/10). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di Provinsi Aceh mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang, Bireun, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya. - ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
16 Oktober 2018 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MEULABOH-Banjir merendam sebanyak 29 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Kondisi itu aktivitas warga di daerah itu terganggu.

Junaiti, warga Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, dihubungi dari Meulaboh, Selasa (16/10/2018), mengatakan, banjir terjadi sejak Senin (15/10/2018) malam membuat warga terjaga dari tidur untuk menyelamatkan harta benda dari rendaman air.

"Banjir sudah sejak tadi malam dan sampai pagi ini airnya terus naik. Di sepanjang jalan dekat jembatan kedalaman air sudah sepinggang orang dewasa. Ada tiga sekolah di sekitar sini dan pelajar tidak ada yang bisa melintasi jalan," katanya.

Selain menggenangi badan jalan hingga perumahan penduduk, banjir juga menghambat aktivitas warga untuk bertani, warga sekitar sedang dalam kegiatan bajak sawah, malahan ada tanaman jagung yang masih berusia hampir panen ikut terendam.

Banjir di kawasan itu akibat luapan sungai menyusul tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur sejak Senin (15/10/2018) sore hingga Selasa pagi. Namun belum ada informasi pengungsian serta korban jiwa dalam bencana alam di daerah itu.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat banjir melanda 29 desa di tujuh kecamatan itu meliputi empat desa di Kecamatan Trumon Tengah, tiga desa di Kecamatan Kota Bahagia dan dua desa di Kecamatan Kluet Tengah.

Kemudian tujuh desa di Kecamatan Pasie Raja, tujuh desa di Kecamatan Tapaktuan, dua desa di Kecamatan Kluet Timur dan empat desa di Kecamatan Kluet Utara.

Selain itu BPBA meriliskan terjadi longsor di tiga titik.

"Longsor terjadi di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Gampong Lawe Sawah dan Buloh Didi, Kecamatan Kluet Timur. Jumlah pengungsi sementara di Gampong Tengoh, Kecamatan Trumon Tengah 6 KK, di balai serba guna," ucap Kepala BPBA H T Ahmad Dadek.

Selain itu pengungsian juga terjadi di Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan sebanyak 6 KK atau 17 jiwa, hingga mengungsi di pos Damkar 01, banjir di kawasan setempat merendam rumah penduduk dengan ketinggian air 50 cm - 2 meter.

Longsor terjadi di jalan menuju Gampong Buloh, Kecamatan Kluet Timur di tiga titik dengan panjang lebih kurang 100 meter dengan material terdiri dari batu-batu besar dan tanah serta masih terisolir akibat longsor tersebut.

Upaya yang telah dilakukan pihak BPBD Aceh Selatan, yakni menggerahkan tim reaksi cepat ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi masyarakat, mamantau perkembangan debit air banjir dan berupaya membersihkan material longsor dari badan jalan.

Sumber : Antara