Ada Sosok "Ghost Writer" di Balik Pidato "Winter is Coming" Jokowi, Siapa Dia?

Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (ketiga kanan) dan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) berjalan menuju lokasi Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa
13 Oktober 2018 13:17 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, NUSA DUA -- Presiden Joko Widodo bikin heboh. Pidatonya yang mengutip serial televisi "Game of Thrones" (GoT) di Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 

Menggunakan kalimat "winter is coming", Jokowi memperingatkan semua negara untuk tetap waspada atas risiko ketidakpastian global.

AS menikmati pertumbuhan yang pesat, tetapi banyak negara mengalami pertumbuhan lemah dan tidak stabil. Perang dagang semakin melebar dan negara berkembang mengalami tekanan di pasar keuangan. 

"Dengan banyak masalah cukup besar. Kita mengatakan winter is coming," tegas Jokowi, mengutip pernyataan Ned Stark dari House Stark dalam serial tersebut. 

Jokowi menjelaskan kondisi perang dagang sekarang seperti jalan cerita GoT di mana Great Houses dan Great Families memperebutkan the Iron Throne.

Perebutan kekuasaan bagai sebuah roda besar seiring perputaran roda, satu House menjatuhkan House lainnya.  Namun, mereka lupa ketika mereka sibuk bertarung satu sama lain mereka tidak sadar ancaman besar dari utara muncul, yakni evil winter.

Lalu, adakah orang lain di balik pidato berkesan Presiden?

Bisnis Indonesia mencoba menelusuri. Ternyata ada sosok 'ghost writer' di balik pidato ini.

Staf Khusus Presiden Adita Irawati mengatakan ide pidato itu datang dari Presiden, lalu dikerjakan oleh sebuah tim yang dikomandoi oleh satu menteri kabinet kerja. Tim yang sama, menurutnya, adalah tim di balik pidato Jokowi soal Thanos.

Sayangnya, Adita enggan menyebutkan siapakah menteri di Kabinet Kerja yang dimaksud.

Adapun analogi sederhana lewat tokoh-tokoh dan karakter film yang terkenal, terangnya, bertujuan untuk membuat pesan yang ada lebih mudah ditangkap. Tujuan lainnya adalah meninggalkan kesan yang mendalam.

Lalu, siapakah sesungguhnya sosok menteri di balik pidato yang membuat para delegasi yang hadir menghujani Jokowi dengan pujian dan lantas menghadiahi Jokowi dengan standing ovation yang cukup lama itu?

Tentu saja, sosok itu adalah penggemar GoT di dalam Kabinet Kerja, yang juga mampu menerjemahkan gagasan yang datang dari Sang Presiden... 

Sumber : Bisnis Indonesia