Erick Thohir Ungkap Pesan Moral dari Pidato Jokowi yang Menyebut Ekonomi Global seperti Game Of Thrones

Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018). - Suara.com/Ummi Hadyah Saleh
12 Oktober 2018 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengungkap pesan moral dari Pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Widodo) dalam acara utama Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, yakni Annual Meetings Plenary (Bussiness Meeting) yang menuai pujian.

Apalagi dalam pidatonya, Jokowi memberikan gambaran menarik tentang kondisi ekonomi global seperti dalam serial televisi Game Of Thrones.

Erick Thohir menyanjung pidato Jokowi. Apalagi sampai menggambarkan dengan analogi situasi dunia saat ini sama seperti cerita Game of Thrones, di mana 7 Kingdoms memperebutkan Iron of Throne termasuk kelompok elite turut terlibat.

"Dengan analogi ini, Presiden Jokowi menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin dunia, bahwa kekuatan bersama itu penting untuk menghadapi ancaman global yang sedang meningkat pesat mulai dari perubahan iklim, sampah plastik, sampai ancaman global, dan sebagainya," jelas Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Erick menjelaskan, dalam menghadapi ancaman global tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan tahun depan akan menjadi Game Of Thrones sesi terakhir. Dengan berakhirnya serial tersebut, Erick memandang terdapat pesan moral yang bisa didapat dari perselisihan itu.

"Hasilnya bisa ditebak, yang menang akan babak belur, yang kalah juga akan tambah sengsara. Pesan moralnya adalah, konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya yang kalah, tapi juga yang menang," tuturnya.

"Pesan moral bapak Presiden memang sangat tepat dan mewakili aspirasi dunia. Dunia sedang berhadapan dengan pilihan: lanjutkan rivalry (pertarungan) atau mulai collaborate (bekerjasama) menghadapi tantangan besar dunia trade war (perang dagang), technology disruption (gangguan tehnologi). Kemudian, World Uncertainty--Climate Change, Carbon Emissions, Increasing Inequality (Ketidakpastian Dunia - Perubahan Iklim, Emisi Karbon, Peningkatan Ketimpangan)," urainya.

Erick mengatakan, pidato Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dunia. Presiden Jokowi, lanjut Erick mengajak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar mengedepankan kerja sama dan kolaborasi adalah jawaban atas masalah dan ancaman bersama.

"Kepemimpinan Indonesia dalam forum IMF dan World Bank mewakili semangat negara-negara kecil, menengah dan besar untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih baik untuk semua," tegasnya.

Sebelumnya dalam acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Jokowi memberikan gambaran menarik tentang kondisi ekonomi global seperti dalam serial televisi Game Of Thrones.

Game Of Thrones merupakan drama fantasi yang menceritakan perebutan tahta kerajaan yang disebut The Iron Thrones. Cerita ini menggambarkan ketamakan manusia dalam mendapatkan posisi tertinggi dengan saling menjatuhkan.

"Perebutan kekuasaan antar para 'Great Houses' itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya House yang lain berjaya dengan menjatuhkan House yang lain," kata Jokowi dalam pidato di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (12/10/2018).

Namun dalam waktu perebutan tersebut, membuat tak sadar adanya ancaman 'global' yang datang, dalam serial ini yakni Evil Winter yang ingin merusak seluruh dunia dengan es dan kehancuran. Saat kondisi demikian baru disadari oleh setiap House tidak penting siapa yang menduduki The Iron Throne, yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan ancaman.

"Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua," jelas dia.

Sumber : Okezone.com