Delegasi IMF-World Bank di Bali Sempat Rasakan Gempa, Begini Reaksi Mereka

Situasi Penyelenggaraan Pertemuan IMF-World Bank. - Okezone/Yohana
11 Oktober 2018 11:46 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, NUSA DUA - Gempa bumi mengguncang Jawa TImur dan terasa hingga Bali, pada Kamis (11/10/2018). Suasana dalam penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali tetap berjalan seperti biasa.

Tidak ada perbedaan pengamanan dari hari-hari sebelumnya, meski pada dini hari terjadi gempa yang terasa hingga ke Pulau Bali. Dalam pantauan Okezone, sejak pagi 09.00 WITA, nampak setiap delegasi dalam event internasional ini memenuhi sudah area Nusa Dua sejak pagi untuk mengikuti beragam acara yang tersedia. Suasana Nusa Dua pun terlihat ramai.

Acara pertama dalam agenda IMF yakni dibuka dengan media briefing oleh Managing Director IMF Christine Lagarde. Acara yang dimulai sekira pukul 10.00-10.30 WITA ini berjalan dengan lancar, artinya memang tak ada hambatan dalam penyelenggaraan pasca gempa terjadi.

Sementara ini, Command Center Nusa Dua menyatakan, terdapat ada 11 kali guncangan dengan magnitudo 2,5-3,5. Namun, tidak ada dampak signifikan pada infrastruktur di Nusa Dua, Bali.

"Nusa Dua Command Center terus memantau 24/7 terhadap potensi apapun terkait aktivitas gempa, dan kami akan terus memberikan informasi terbaru dari BMKG juga berkoordinasi dengan militer dan polisi serta BNPB," demikian dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2018).

Berdasarkan data terbaru BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) episenter gempa bumi berlokasi di laut pada jarak 161 km arah barat laut Denpasar, Bali pada kedalaman 12 km. Gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 6,3, namun tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi dini hari, Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB atau 02.44 WITA untuk waktu di Bali. Bencana alam ini menyebabkan kerusakan di Situbondo, Jawa Timur dan tiga korban meninggal dunia.

"Intensitas gempa bumi ini di Provinsi Bali III MMI artinya gempa bumi dirasakan banyak orang namun tidak menimbulkan dampak signifikan," ujar Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran BMKG Wilayah III Denpasar, Ardhianto Septiadhi, dalam keterangan tertulis yang sama.

Sumber : Okezone.com