Gempa Bikin Panik Warga Bali & Terasa hingga Mataram Lombok

Ilustrasi titik pusat gempa menurut USGS.
11 Oktober 2018 04:20 WIB Nugroho Nurcahyo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat 61 kilometer Timur Laut Situbondo pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB terasa guncangannya hingga Mataram, Lombok.

Menurut sbs.com.au, goncangan lemah itu terasa Bali sehingga turut dirasakan para delegasi dan tamu undangan  pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank.

Gempa terjadi di titik koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 114, 47 Bujur Timur.  Menurut informasi yang dipublikasikan BMKG, gempa berkekuatan antara 3-4 MMI atau kategori ringan dirasakan di Denpasar, Gianyar, Lombok Barat, hingga Mataram.

BMKG menyatakan gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer Timur Laut Situbondo, Jawa Timur, itu tidak memicu terjadinya tsunami.

Lembaga survei geologi AS, United States Geological Survey USGS menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 6,0 namun menyebabkan kepanikan dan membuat orang-orang berhamburan keluar rumah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan belum ada laporan kerusakan akibat guncangan gempa kendati hingga sepertiga akhir malam ini, BMKG masih menghimpun data dan informasi  dari Jawa Timur.

"Gempa ini, kami yakinkan tidak memicu tsunami," kata Dwikorita.

USGS mencatat episentrum gempa berada  di Laut Bali, sekitar 40 km dari ujung pulau Jawa bagian Timur.

"Wow, gempanya terasa kuat dan lama," kata wanita bernama Davy yang mengaku menghambur ke tempat parkir kendaraan saat gempa terjadi.

Jarak Davy dekat dengan tempat dilangsungkannya Pertemuan Tahunan  IMF & World Bank di Badung, Bali.

Salah seorang tamu di sebuah hotel di Nusa Dua, di sebelah Selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, mengaku berlari menyelamatkan diri keluar gedung saat guncangan gempa berlangsung.

"Gempanya besar. Saya terbangun dengan cepat. Saya juga membangunkan anak-anak dan meminta mereka lari keluar dari rumah," kata  Ni Komang Sudiani  seperti disitat dari Straitstimes dari AFP.

"Semua tetanggaku juga berlari keluar rumah," ujar ibu dua anak ini.
Di Surabaya yang berjarak sekira 200 km dari Situbondo, gempa juga bikin panik warga.

"Saya merasakannya sekitar 10 detik. Orang-orang sedang tidur dan terbangun karenanya," kata Tonny Akbar Mahendro seperti dikutip AFP.

Sumber : Straitstimes