Guru Honorer Diminta Tidak Lagi Mogok Mengajar, Ini Alasan Pemerintah

Ilustrasi - Antara
22 September 2018 12:50 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh News Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meminta guru honorer untuk tidak lagi mogok kerja. Alasannya karena sudah ada solusi terkait dengan tuntutan mereka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau agar para guru honorer berhenti melakukan aksi mogor mengajar karena tidak dibukanya rekrutmen calon pegawai negeri sipil jalur honor.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir pada acara jumpa media di Kantor Staf Presiden, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

"Saya mohon kepada guru kembali ke sekolah masing-masing, membina, mengasuh dan mengantar anak didiknya kembali. Saya minta untuk tidak ada lagi keinginan-keinginan di luar tugas profesionalnya sebagai guru untuk menyampaikan aspirasinya, karena aspirasinya InsyaAllah sudah diperhatikan oleh Pemerintah," tutur Muhadjir.

Muhadjir Effendy bersama dengan Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Menpan RB Syafruddin, Kepala KSP Moeldoko serta pejabat pemerintah lainnya sudah melakukan rapat terbatas mengenai pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

PPPK merupakan solusi alternatif bagi para tenaga honorer yang tidak dapat mengikuti rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena tidak memenuhi syarat atau tidak lolos CPNS untuk mendapatkan kesejahteraan yang sama dengan para ASN/PNS.

Bahkan, apabila tidak lolos PPPK para tenaga honorer tersebut juga akan tetap diusahakan kesejahteraannya dengan mengimbau agar mereka digaji sesuai upah minimum regional (UMR) masing-masing daerah.

"Alhamdulillah sudah ada solusi untuk mengatasi masalah yang cukup paten dalam kaitannya dengan posisi guru honorer, mudah-mudahan ini adalah solusi yang baik dan bisa kita laksanakan," tandas Muhadjir.

Sumber : Bisnis Indonesia