Puas Caci Maki Ma'ruf Amin, Megawati Hingga TGB, Ustaz Yahya Waloni Akhirnya Dipolisikan

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi - Antara Foto/Puspa Perwitasari
19 September 2018 06:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ustaz Yahya Waloni belakangan sedang ramai diperbincangkan setelah mencaci maki cawapres Ma'ruf Amin, Megawati hingga mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB).

Himpunan Mahasiswa Nahdlatun Wathon (NW) Jakarta melaporkan ustaz Yahya Waloni ke Bareskrim Polri lantaran dinilai telah melakukan pencemaran nama baik Tuan Guru Bajang (TGB).

Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa NW Jakarta, Alimudin mengatakan TGB dihina di sebuah sosial media Youtube dengan memplesetkan nama TGB.

"Kami melaporkan pencemaran nama baik atas ketua umum kami, Tuan Guru Bajang. Jadi di YouTube sempat viral video Yahya. Jadi, istilah Tuan Guru Bajang itu diplesetkan menjadi Tuan Guru Bajingan," kata Alimudin di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Disamping itu, Alimudin menilai Yahya juga telah melakukan penistaan agama dengan mengatakan bahwa keilmuan itu tidak berbanding dengan ketakwaan.

"Sistematika keyakinan Islam tak bisa dilepaskan dari sistematika keilmuan. Tak mungkin umat Islam bisa memahami ajaran Islam dan Alquran dan Hadist Rasulullah SAW tanpa basis keilmuan yang kuat dan sistematis," tuturnya.

Yahya, kata Alimudin juga memfitnah TGB dengan mengatakan bahawa KPK telah menekan TGB sehingga mengalihkan dukungan politiknya.

Laporan Alimudin masuk dalam laporan polisi nomor STTL/1145/IX/2018/Bareskrim. Perkara yang dilaporkan adalah pencemaran nama baik melalui media elektronik kejahatan tentang penghapusan diskriminasi RAS dan etnis dan penistaan agama dengan pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal 156 KUHP.

Sebelumnya, beredar sejumlah video Youtube dari kanal Cahaya Tauhid yang berisi caci maki oleh Ustaz Yahya Waloni kepada KH Ma’ruf Amin, Tuan Guru Bajang dan Megawati Soekarnoputri.

Oleh Yahya, Kiai Maruf disebut orang tua yang haus kekuasaan, TGB disebut mengejar nafsu duniawi, dan menuding Megawati merusak Islam.

Sumber : Okezone