Setelah Badai Monster, Kini Banjir Bandang Mengancam Sejumlah Negara Bagian AS

Sebuah taman di New Bern, Carolina Utara diterjang banjir saat Badai Florence, Jumat (14/9/2018). - Reuters/Eduardo Munoz
16 September 2018 09:50 WIB Newswire News Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah badai Florence atau yang disebut badai monster menerjang sejumlah negara bagian di AS, kini ancaman banjir bandang di depan mata.

Badan ramalan cuaca memperingatkan risiko banjir bandang yang mengancam jiwa dari badai Florence di beberapa tempat di North Carolina, South Carolina, dan Virginia, Amerika Serikat.

Cuaca buruk itu telah diturunkan dari badai hurricane ke badai tropis, tetapi badan ramalan cuaca masih memperingatkan munculnya badai yang mengancam jiwa.

Badai itu perlahan-lahan bergerak ke bagian timur,dengan kecepatan angin mencapai 105km/jam. Lima orang tewas dan ribuan orang mengungsi di penampungan darurat.

Peringatan evakuasi dikeluarkan untuk 1,7 juta orang di wilayah tersebut.

Badai itu awalnya mendarat di Wrightsville Beach, North Carolina, pada Jumat pagi sebagai badai kategori satu.

"Banjir air bandang yang dahsyat" diperkirakan terjadi di beberapa bagian Carolina, kata Pusat Badai Nasional pada Jumat malam waktu setempat.

Terlihat gelombang setinggi tiga meter di beberapa tempat di North Carolina.

Gubernur Cooper mengatakan, badai itu kemungkinan akan "terus menghantam seluruh negara bagian itu selama berhari-hari".

Badai itu diprediksi akan membuang 18 triliun galon air hujan di daratan AS, seperti isi twit ahli meteorologi Ryan Maue.

Hampir 800.000 orang dilaporkan tanpa listrik di North Carolina, dan pihak berwenang telah memperingatkan bahwa untuk memulihkan listrik bisa membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Lebih dari 20.000 penduduk telah mengungsi ke tempat penampungan darurat North Carolina, dan pihak berwenang meminta mereka yang masih di jalur badai untuk tetap di tempat.

Di Jacksonville, North Carolina, para petugas menyelamatkan lebih dari 60 orang dalam semalam dari sebuah hotel yang ambruk karena badai.

Sebagian tempat di New Bern, North Carolina, yang dihuni oleh 30.000 orang, terendam air setinggi tiga meter pada hari Jumat.

Setidaknya 200 orang di kota tepi sungai itu harus ditarik ke tempat aman oleh pihak berwenang.

Penduduk setempat Peggy Perry mengatakan kepada CNN bahwa dia "terjebak di loteng" bersama dengan tiga anggota keluarganya.

"Dalam hitungan detik, rumah saya banjir hingga ke pinggang, dan sekarang ke dada," tambahnya.

Para petugas telah memperingatkan orang-orang agar tidak memasuki loteng, agar terhindar dari tenggelam, kecuali mereka memiliki akses ke atap.

Gedung Putih mengatakan pada Jumat (14/9/2018) bahwa Presiden Donald Trump akan berkunjung ke wilayah tersebut minggu depan kecuali jika perjalanannya akan mengganggu upaya pembersihan dan penyelamatan.

Apakah badai ini karena pemanasan global?

Hubungan antara perubahan iklim dan angin topan merupakan hal yang rumit.

Air laut yang hangat menjadi bekal badai. Begitu suhu air laut naik, kita mungkin mengharapkan intensitas angin topan meningkat di masa depan.

Atmosfer yang lebih panas juga dapat menampung lebih banyak air, jadi ini memungkinkan badai melepaskan lebih banyak air di daerah yang terdampak.

Tetapi ada begitu banyak faktor yang berkontribusi pada peristiwa cuaca langka ini, sulit untuk menyimpulkan tren yang jelas dari data.

Sumber : Okezone

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia