Ini Cara Mahasiswa KKN UMY Berdayakan Warga Boyolali

Warga Desa Kedungrejo, Kemusu, Boyolali saat mengikuti pelatihan pembuatan tepung mocaf. - Ist/UMY
31 Agustus 2018 18:17 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI-Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung di Kelompok 164 melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah. Mahasiswa KKN UMY mengadakan pelatihan pembuatan tepung mocaf (modified cassava flour).

Tepung mocaf adalah tepung yang berbahan dasar singkong di mana di Desa Kedungrejo banyak warga yang menanam singkong. Bahkan, mayoritas warga Kedungrejo menanam singkong sehingga stoknya cukup melimpah. Ketua KKN 164 UMY Sholeh Wahyu mengatakan pelatihan dilakukan di Kadus I Desa Kedungrejo.

Menurut Sholeh, dengan pelatihan tersebut diharapkan singkong yang diolah menjadi tepung mocaf dapat menjadi usaha milik desa yang ke depannya bisa terus dikembangkan. Harapannya, dengan tepung mocaf tersebut bisa membantu tingkat kesejahteraan warga Kedungrejo pada Minggu (26/8/2018) lalu.

“Tercetusnya ide mengadakan pelatihan ini karena melihat banyaknya singkong yang dipanen tetapi tidak diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Singkong yang dipanen warga langsung dijual ke pasaran,” kata Sholeh.

Menurut Sholeh pelatihan tersebut menyasar kepada ibu-ibu rumah tangga. Setelah pelatihan, para peserta diharapkan langsung bisa mempraktikkan di rumah masing-masing karena untuk membuat tepung mocaf membutuhkan bahan yang sederhana.

“Hasilnya bisa dijual di pasaran sehingga bisa menjadi pemasukan bagi warga. Selain itu, tepung mocaf bisa dikonsumsi sendiri oleh warga,” imbuh Sholeh.

Pelatihan diikuti oleh puluhan warga. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Kedungrejo. Para peserta juga langsung melakukan praktik secara langsung cara pembuatan tepung mocaf.

“Kami sudah memberikan bekal pelatihan cara pembuatan tepung mocaf. Harapannya, pada KKN selanjutnya bisa memberikan pendampingan atau pelatihan tentang cara pemasarannya. Dengan memahami cara pembuatan dan pemasaran, harapan kami kesejahteraan warga akan meningkat,” kata dia.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN 164 UMY Adhianty Nurjanah mengapresiasi progam mahasiswa KKN yang memberikan pelatihan pembuatan tepung mocaf.

“Dengan pelatihan ini, harapannya bisa bermanfaat bagi warga dan meningkatkan kesejahteaan warga. Warga Kedungrejo yang setiap tahun selalu panen ketela, dengan pelatihan ini bisa membuat produk berupa tepung mocaf,” kata Adhianty.