DPKM UGM Tingkatkan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa Wonokerto

Pemateri sedang memberikan materi terkait penggunaan fluoride di Balai Desa Wonokerto, Turi pada Senin (20/8/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
21 Agustus 2018 06:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM mengadakan acara peningkatan kemampuan kader kesehatan gigi dan mulut dan program berkumur fluoride untuk anak usia 5-6 tahun di Desa Wonokerto, Turi pada Senin (20/8/2018). Puluhan kader terlibat dan diberikan materi tentang manfaat penggunaan flouride pada kesehatan gigi dan mulut.

Kordinator Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Desa Binaan DPKM UGM Lisdrianto mengatakan kader kesehatan gigi dan mulut di Desa Wonokerto dibentuk sejak 2016.

"Di 2018 ini kita coba untuk adakan peningkatan kader dengan program berkumur fluoride untuk anak usia 5-6 tahun, nantinya kader diberikan pengetahuan dari pemateri," ungkap Lisdriyanto pada Harianjogja.com, Senin (20/8/2018).

Setelah mendapatkan materi, kader bisa menyebarkan ke masyarakat juga anak-anaknya agar menjaga kesehatan gigi dan mulut. Setelah diberikan materi, kader akan diberikan kit fluoride dan diberitahu cara penggunaannya.

Sementara itu, Pemateri dari Fakultas Farmasi UGM Nunung Yuniarti mengatakan fluoride bisa didapatkan dari berbagai produk seperti pasta gigi, obat kumur, bahkan air mineral baik dari air sumur juga PAM. Menurut Nunung, manfaat fluoride bisa meningkatkan perlindungan gigi dari segala macam gangguan.

"Fluoride bisa mencegah karies gigi, karena flour itu akan melindungi gigi," jelas Nunung pada Senin (20/8/2018).

Nunung mengatakan setelah makan, sisa makanan yang menempel akan membentuk plak atau karang, dan menjadi sumber mikroorganisme asam yang menyebabkan karies gigi, setelahnya, akan mulai ada kerusakan pada email gigi, dan membuat gigi jadi berlubang.

"Silakan, mending milih merawat gigi atau nanti akan sakit gigi," ucap Nunung. Menurutnya, yang sulit dalam merawat gigi yaitu pada anak-anak.

Nunung mengatakan yang perlu diantisipasi dari perawatan gigi pada anak yaitu kerusakan gigi pada gigi susu. Beberapa bahaya apabila gigi susu pada anak rusak salah satunya gigi tetap yang nanti tumbuh semrawut.

"Karena gigi susu yang berlubang akan menyebabkan rahang anak mengecil dan membuat gigi tetap yang tumbuh dari gigi susu itu tidak mendapat tempat tumbuh yang normal, nantinya akan tumbuh ke depan ke belakang maupun ke samping, akan semrawut tatanannya," ujarnya.

Selain itu gigi susu yang tidak terawat akan mengganggu organ tubuh lainnya. "Misalnya infeksi telinga dan hidung, karena pembuluh darah di gusi tidak memiliki penutup, akan menyebabkan sepsis dan infeksi seluruh tubuh," kata Nunung.

Maka, menurut Nunung, gigi susu pada anak harus dirawat, karena nantinya ketika lepas, akan ditempati oleh gigi tetap. Nunung mengatakan kader harus bisa menggaungkan terus manfaat menggosok gigi.

Nunung mengatakan, minimal dalam satu hari anak harus menggosok gigi dua kali, di pagi hari dan sebelum tidur. Menggosok gigi banyak manfaatnya, salah satunya yaitu mencegah timbulnya plak.

Nunung menjelaskan berdasarkan World Health Organization (WHO), ada takaran yang tepat dalam penggunaan fluoride pada anak. "Sesuai ketentuan 1 sampai 1,5 miligram fouride cukup untuk memperkuat email gigi," kata Nunung.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto Tomon Hario Wirosobo mengatakan dengan adanya acara tersebut dapat memotivasi lebih lagi kepada masyarakat agar menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. "Warga antusias dan semangat, setelah diberikan materi nantinya, masyarakat bisa dengan mandiri menjaga kesehatan gigi dan mulutnya," ucap Tomon.