Mahfud MD Ungkapkan Kekecewaanya pada Romi soal Baju Cawapres

Mahfud MD. - Sntarafoto/Reno Esnir
15 Agustus 2018 18:50 WIB Newswire News Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA- Mahfud MD membeberkan cerita di balik kegagalannya menjadi cawapres pendamping Jokowi.

Mahfud MD mengakui tak kecewa meski urung menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Jokowi, dan harus melalui liku-liku momen dramatis pada Kamis (9/8/2018) pekan lalu.

Namun, Mahfud MD mengakui merasa tersinggung oleh ucapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, setelah Jokowi mengumumkan Ma'ruf Amin sebagai bakal cawapres pendamping.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD saat menjadi tamu undangan acara gelar wicara Indonesia Lawyers Club, Selasa (14/8/2018) malam.

"Saya diburu wartawan. Ya saya bilang, tidak apa-apa [gagal jadi cawpres], itu realitas politik. Yang mungkin saya agak sedikit tersinggung, Ketua PPP, Romi," kata Mahfud MD.

Mahfud MD menuturkan, dirinya mengatakan kepada awak media terkejut saat gagal jadi cawapres Jokowi karena sudah diminta mengukur baju seragam untuk deklarasi dan pendaftaran ke KPU.

Ia tak mempersoalkan hal tersebut. Namun, Romi justru menyinggung bahwa pengukuran baju itu adalah inisiatif Mahfud MD sendiri, bukan atas suruhan Jokowi.

"Dia [Romi] bilang kepada wartawan, Pak Mahfud MD itu kan bikin baju sendiri. Siapa yang suruh. Nah, saya agak tersinggung," kata Mahfud.

"Padahal, Romi yang sehari sebelumnya mengatakan kepada saya, bahwa nama saya sudah final [jadi cawapres Jokowi]," ungkap Mahfud MD.

Ia menuturkan, Jokowi sendiri akhirnya yang menjelaskan duduk perkara kegagalan dirinya menjadi cawapres.

”Saya dipanggil Pak Jokowi ke Istana. Dia menjelaskan, peristiwanya dihadapkan pada situasi serba sulit. Saat itu juga, klir Pak Jokowi bilang, saya sudah perintahkan Pak Mahfud dibuatkan baju. Jadi, bukan saya yang inisiatif bikin baju,” tandasnya.

Sumber : Suara

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia