Mulai Panas Lagi, Ratna Sarumpaet Serang Jokowi-Ma'ruf Amin

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/07). - ANtara foto/Puspa Perwitasari
11 Agustus 2018 22:50 WIB Newswire News Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA- Serang menyerang terkait dukungan pada Pilpres 2019, dimulai.

Aktivis Ratna Sarumpaet melancarkan kritikan terhadap pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Jokowi - Maruf Amin.

Melalui akun Twitter miliknya, Ratna Sarumpaet mengunggah sejumlah foto Jokowi dan Maruf Amin, yang disertai komentar berisi kritik.

Misalnya, Kamis (9/8/2018), Ratna mengunggah meme foto Maruf Amin dengan judul Menolak lupa fatwa MUI.

Dalam meme tersebut, terdapat bidik layar artikel berjudul Perku Disebarkan, Fatwa MUI: Pemimpin Ingkar Janji Boleh Tak Ditaati, dan Jangan Dipilih Kembali.

Sebagai keterangan meme itu, Ratna Sarumpaet menuliskan, "Politik boleh apa saja. Boleh lupa, boleh bohong, boleh munafik, bahkan boleh secara sadar menyakiti rakyat yang seharusnya ia lindungi."

Tak hanya itu, Ratna Sarumpaet juga mengunggah meme Jokowi tengah menggandeng tangan Maruf Amin yang bertuliskan "Jokowi -Maruf Amin, Umara-Ulama untuk Indonesia Maju."

"Tidak sampai hati rasanya menyaksikan ulama digadang-gadang seperti ini, ditunggangi semata demi ambisi kekuasaan," tulisnya sebagai keterangan meme tersebut.

Unggahan-unggahan Ratna Sarumpaet itu mendapat kritik dari warganet. Salah satunya dari akun @Pramana04503402, yang menuliskan, "Kebencian ibu sama Jokowi sudah terlalu dalam. Jadi, siapa pun yang mendampingi Pak Jokowi dan apa pun yang dilakukannya pasti tidak ada benarnya di mata ibu."

Ratna Sarumpaet lantas membalas kritikan warganet tersebut. Ia menuliskan, "Saya tidak punya alasan membenci @jokowi. Aku marah pada orang-orang yang memanfaatkan ketidakmampuannya memimpin RI; marah kepada banyaknya orang kayak kamu @pramana04503402, yang tidak cukup cerdas untuk mampu melihat kehancuran RI di bawah pemerintahannya yang gagal total.”

Sumber : Suara

Ad Tokopedia