Berat Badan Tim Sepak Bola Thailand yang Terperangkap dalam Gua Turun 2 Kg

Ambulans terakhir yang meninggalkan kompleks gua Tham Luang di utara Provinsi Chiang Rai, Thailand, Selasa (10/7). - Reuters
11 Juli 2018 15:17 WIB Annisa Margrit News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Para anggota klub sepak bola Moo Pa yang terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand berada dalam kondisi sehat, meski sebagian besar kehilangan berat badan rata-rata 2 kilogram.

Thongchai Lertwilairattanapong, inspektur dari Departemen Kesehatan Thailand, mengatakan 13 orang yang telah diselamatkan dari gua tersebut dalam kondisi relatif sehat.

"Dari pemantauan kami, mereka dalam kondisi yang baik dan tidak stres. Sebagian besar dari mereka kehilangan berat badan rata-rata 2 kilogram (kg)," paparnya, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/7/2018).

Ke-13 anggota klub sepak bola itu, terdiri dari 12 remaja berusia 11-16 tahun dan 1 pelatih berusia 25 tahun, berhasil dievakuasi lewat operasi penyelamatan yang berlangsung selama 3 hari.

Mereka langsung dibawa ke rumah sakit di Chiang Rai menggunakan helikopter. Namun, seluruhnya masih harus melalui pemantauan kesehatan oleh tim medis dan diperkirakan masih berada di rumah sakit selama sepekan ke depan.

Mereka juga masih dikarantina dan belum boleh bertemu dengan keluarganya. Tetapi, mereka diperkirakan akan bisa segera bertemu keluarganya walaupun harus melalui dinding kaca dan tidak melakukan kontak fisik.

Anak-anak tersebut dan pelatihnya terjebak selama sembilan hari di dalam gua sebelum berhasil ditemukan oleh tim penyelamat. Proses penyelamatan, termasuk perencanaan dan proses evakuasi, berlangsung selama lebih dari sepekan.

Proses penyelamatan ini menjadi perhatian dunia dan melibatkan para penyelam gua profesional dari seluruh dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan mengundang mereka untuk hadir dalam final Piala Dunia 2018 di Rusia jika berhasil keluar sebelum final digelar dan kondisi kesehatan memungkinkan.

Klub sepak bola Benfica dari Portugal juga mengundang mereka untuk berlatih di Lisbon, kandang mereka. Undangan disampaikan Presiden Benfica Luis Filipe Vieira lewat surat ke duta besar Thailand untuk Portugal.

"Kami percaya ini adalah gesture sederhana yang bisa membantu mereka kembali bahagia dan tersenyum seperti anak-anak lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, para penambang Chile yang sempat terjebak di tambang emas dan tembaga bawah tanah selama 69 hari pada 2010 berharap anak-anak tersebut dan pelatihnya tidak tergoda popularitas.

Luis Urzua, salah satu penambang yang terjebak, mengungkapkan ketika dia dan rekan-rekannya berhasil dievakuasi ada banyak orang yang mendekati mereka. Tidak hanya media, tapi juga pengacara yang menawarkan kontrak khusus dan politisi yang menumpang sorotan.

"Mereka dan keluarganya tidak akan bisa mengatasi hal-hal itu. Kami tidak bisa dan kami orang dewasa," tuturnya.

Urzua berharap ke-13 orang tersebut hanya membagikan kisahnya ketika mereka sudah siap.

Saat ini, 9 penambang termasuk Urzua tengah mengambil langkah hukum melawan 2 pengacara yang dinilai menipu mereka terkait hak membuat buku dan film Hollywood.

Sumber : Reuters/Bisnis Indonesia