Presiden Akhirnya Jawab Usulan Tenaga Honorer

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara - Wahyu Putro A)
05 Juli 2018 20:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOGOR- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (5/7/2018), untuk membahas berbagai persoalan termasuk terkait ASN.

Pada kesempatan itu, Jokowi merespon pengusulan para bupati terkait pengangkatan tenaga honorer K2 (Kategori 2) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk pola-pola rekrutmen ASN yang memberikan peluang dan kesempatan lebih kepada putra-putri daerah.

"Ada beberapa bidang seperti DAK di bidang ASN, ada di bidang Kesra, dan BPJS. Tapi yang penting yaitu kami mengharapkan ada beberapa perubahan peraturan dan UU,"  salah satu Bupati yang hadir yakni Bupati Nias, Sokhiatullo Laoli.

K2 itu ada yang sudah 20 tahun bertugas, 15 tahun maupun 12 tahun tidak jelas nasibnya.

"Jadi kami bilang ke Presiden supaya diangkat saja, kendati tinggal beberapa tahun mereka kerja," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden merespon bahwa pemerintah jika terkait dengan UU, maka akan segera mengkomunikasikannya dengan pembuat UU.

"Respon Presiden ada yang direspon langsung tetapi ada yang mesti dikaji. Karena menyangkut UU jadi harus mengubah UU. Jadi harus dikaji dengan DPR. Tapi kalau sekedar peraturan Presiden bisa," katanya.

Ada beberapa aturan yang bukan UU yang bisa diubah misalnya dalam kaitan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Ada yang bisa diubah misalkan DAK. Seperti ASN itu hanya peraturan komisi ASN bisa direspon langsung. Tapi kalau menyangkut UU dia akan mengkaji," katanya.

Sedangkan, Bupati Sumba Tengah, Umbu S. Pateduk mengatakan perlunya ada kebijakan khusus terkait ASN yang memberikan peluang dan kesempatan kepada putra-putri daerah.

"Kalau UU ASN terbuka sementara mutu, output tidak sama yang akan terjadi anak-anak daerah tidak akan tertampung, maka menimbulkan masalah sendiri di daerah.

Karena itu kita meminta ada kebijakan, tetap ada persyaratan, tetapi ada kebijakan khusus untuk memperhatikan putra-putri daerah.

Menurut dia, seluruh aturan yang ada harus tetap memberikan kesempatan kepada perbedaan dan kebhinekaan di Tanah Air.

Senada disampaikan Bupati Luwu Utara Sulsel, Indah Putri Indriani yang menyebutkan banyak aspirasi dari tenaga honorer K2 khususnya tenaga teknis seperti guru, tenaga medis yang berharap ada pengangkatan secepatnya.

"Penyuluh sudah tetapi yang lain kan belum, khususnya tenaga guru sementara formasi yang kemarin itu hanya mengakomodir telah pensiun," katanya.

Sumber : Antara