Ringkus Terduga Teroris, Polisi Temukan Kitab ISIS dan VCD Berjudul Umar Bin Khatab

Perencana bom gereja Surabaya ditangkap Densus 88. - Ist/Okezone
18 Mei 2018 09:59 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, DUMAI- Terduga teroris satu persatu diringkus polisi pascarentetan bom di Surabaya, Jawa Timur serta penyerangan markas Polda Riau. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan kitab Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri langsung bergerak menangkap delapan orang terduga teroris di Dumai, setelah kawanan teroris menyerang Markas Polda Riau, Rabu (16/5/2018).

"Hasil penggerebekan itu adalah penangkapan delapan orang, yakni HAN, NI, AS, SW, HD, YEP, DS, SY alias IJ,” kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Syahar Diantono, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Selain menangkap delapan orang terduga teroris, polisi menyita satu senapan angin, kitab Fadhail Amal dan kitab Alhakam, seplastik paku, VCD berjudul Umar bin Khatab, dan KTP atas nama inisial KM.

Selanjutnya ada pula pisau, gulungan tembaga, dompet, dan sejumlah buku mengenai jihad dan ISIS.

“Ke delapan tersangka sudah diamankan, sekarang sedang dilakukan upaya pemeriksaan dan pendalaman. Nanti info terbaru kami sampaikan setelahnya,” tutup Syahar.

Sebelumnya, empat terduga teroris melakukan penyerangan Mapolda Riau memakai senjata pedang.

Kawanan teroris itu bernama Mursalim alias Ical,42, tidak memiliki pekerjaan, beralamat Jalan Raya Dumai, Sei Pakning, Jalan Santri Assakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai.

Kedua, Suwardi,28 alamat Jalan Raya Lubuk Gaung RT 03 Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai.

Ketiga, Ade Sufiyan,26, yang beralamat Jalan Pendowo Gang Mekar RT 6 Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Keempat, bernama Daud yang untuk identitasnya masih dilakukan pemeriksaan oleh tim Densus 88 Anti Teror.

Terakhir, terduga teroris yang sempat melarikan diri menggunakan mobil toyota Avanza, dan menabrak anggota polisi hingga tewas, masih dilakukan pemeriksaan dan belum diketahui identitasnya.

Sumber : Suara