Masjid Terbuka untuk Umum, Jemaah Tarawih Digeledah

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Alby Albahi
16 Mei 2018 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA- Rangkaian serangan bom bunuh diri beruntun yang terjadi selama dua hari, 13 - 14 Mei, di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, yang salah satunya juga menyerang Kantor Polrestabes Surabaya membuat aparat siaga 1.

Polisi memeriksa satu per satu jemaah salat tarawih pada hari pertama bulan suci Ramadan bagi umat Islam di Masjid Baiturrahman yang berlokasi di lingkungan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Sukmo kepada wartawan di Surabaya, Rabu (16/5/2018) malam, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.

"Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya memang terbuka bagi umat muslim masyarakat umum. Sementara ini kami harus melakukan prosedur penggeledahan bagi setiap jamaah yang salat tarawih di sini karena statusnya masih siaga satu," katanya.

Salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya pada hari pertama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah diikuti ratusan jamaah.

Ratusan jamaah tersebut tampak memaklumi penjagaan ketat oleh aparat di sepanjang pelaksanaan salat tarawih.

Status siaga satu ditetapkan menyusul serangkaian serangan bom bunuh diri beruntun yang terjadi selama dua hari, 13 - 14 Mei, di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, yang salah satunya juga menyerang Kantor Polrestabes Surabaya.

Total korban tewas dalam serangkaian serangan bom bunuh diri itu sebanyak 13 orang. 43 korban lainnya mengalami luka-luka.

Kabag Ops AKBP Bambang mengatakan pemeriksaan dan penggeledahan bagi jamaah salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang menyangkut kegiatan terorisme.

"Kami harap masyarakat memakluminya. Penjagaan dan pemeriksaan serta penggeledahan bagi jamaah salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya akan terus kami lakukan hingga status siaga satu di Kota Surabaya dicabut," ucapnya.